Beranda > Nasional > Situ Gintung

Situ Gintung


Potongan Iklan :

Pulau Situ Gintung adalah sebuah restoran, taman rekreasi, dan kolam renang yang menghadirkan suasana pegunungan di tengah kota dengan berbagai macam fasilitas seperti taman, aneka saung, arena bermain anak, lapangan olahraga, pemancingan, zona petualang, dan waterboom.

Kawasan wisata Situ Gintung ini mempunyai keanekaragaman flora dan fauna. Yang menjadi ciri khas adalah berupa Ikan Beloso. Aktifitas yang dapat dilakukan pengunjung antara lain olahraga, memancing dan berperahu. Fasilitas yang ada pada saat ini adalah rumah makan, perahu layer, motorboat, taman rekreasi, lapangan tennis, kolam renang dan pondok wisata.

Selama ini, Situ Gintung hanya dikenal masyarakat Jakarta dan Tangerang sebagai salah satu tempat wisata alam dengan pemandangan danau. Letak danau ini memang di dekat perbatasan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, yaitu di Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, tepatnya di belakang kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Suasana alam terasa begitu masuk ke kawasan wisata seluas lima hektar yang merupakan bagian dari seluruh luas danau sekitar 21,4 ha ini. Lahan parkirnya dipenuhi pohon palem dan kelapa. Area tamannya juga banyak ditumbuhi pohon tinggi sehingga terasa seperti di daerah pegunungan.Danaunya sendiri sesungguhnya tidak kelihatan bagus, danau terus mengalami proses pendangkalan. Luas Situ Gintung semula mencapai 31 hektar, Namun, karena proses pendangkalan sekarang luasnya tinggal 21,4 hektar.

Pada akhir pekan dan hari-hari libur, lokasi ini biasanya ramai pengunjung. Bagi warga Jakarta yang kekurangan ruang terbuka hijau, berada di sini memang akan memberi suasana lain: alam hijau, semilir angin, dan danau. Tujuan utama orang ke sini bukan danaunya, tetapi taman rekreasi yang dilengkapi fasilitas kolam renang, gazebo dengan pemandangan danau, area outbound, serta motor dan motor ATV

Namun semuanya itu hanyalah tinggal kenangan ketika Jumat Dinihari 27 Maret 2009 terjadi musibah dengan jebolnya tanggul Situ Gintung. Lebih dari satu juta meter kubik air menghantam pemukiman penduduk dalam hitungan menit. Peristiwa yang berlangsung sangat cepat membuat mayoritas warga tak mampu menyelamatkan diri. Bahkan banyak warga yang masih terlelap saat banjir datang.Puluhan rumah pun mengalami rusak parah. Ada yang rata dengan tanah. Jebolnya tanggul di Situ Gintung benar-benar membuat air di danau itu habis. Kesaksian warga sekitar, keringnya danau ini merupakan sejarah dalam 50 tahun terakhir.

Kapasitas tampung danau itu memang sejitar 2,1 juta meter kubik, tetapi hujan deras yang terjadi Kamis sore pukul 16.00-20.00 kemarin menyebabkan danau tak mampu menampung air.  Satu juta meter kubik air terpaksa mengalir melalui bibir tanggul dan pelan-pelan mengikis tanggul. Gerusan air yang terus-menerus ditambah dengan rapuhnya tanggul yang dibangun pada zaman Belanda itu menyebabkan tanggul perlahan-lahan longsor di bagian bawah sehingga tanggul makin tak kuat. Akhirnya, sekitar pukul 02.00, tanggul jebol dan menggelontorkan jutaan kubik air.

Menurut laporan Kompas, Danau Situ Gintung terletak di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Danau ini merupakan danau buatan  Belanda yang umurnya sudah lebih dari tiga perempat abad. Situ Gintung dibangun pada masa Belanda sebagai salah satu proyek pembangunan dalam rangka pengendalian banjir di wilayah Jakarta.

Usia Situ Gintung sudah lebih dari setengah abad, tepatnya berusia sekitar 76 tahun dan dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda tahun 1932-1933. Kata ‘Situ’ dalam bahasa Sunda mengacu pada sebuah danau yang dibentuk oleh alam. Nyatanya Situ Gintung itu sendiri sebenarnya adalah sebuah bendungan, artinya tidak dibentuk khusus oleh alam tapi memang dibangun.

Menurut sumber yang sama, Situ Gintung adalah sebuah bendungan homogen dengan satu jenis tanah atau bendungan urukan homogen. Di sana juga dibangun celah yang disebut pelimpah atau spill way yang lebarnya 5 meter. Di samping itu, di bendungan tersebut juga dibangun pintu air kecil untuk irigasi. Akan tetapi, pintu air itu kini sudah tidak ada lagi karena lahan-lahan pertanian di sekitarnya kini sudah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan. Dalam perkembangannya, di sekitar Situ Gintung berkembang permukiman yang padat. Posisi permukiman tersebut berada di bawah tanggul. Inilah yang membuat banyak korban yang jatuh ketika tanggul tersebut jebol dan permukiman dilanda banjir bandang

Situ Gintung merupakan salah satu dari lebih dari 160 situ yang ada di wilayah Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi). Luas Situ Gintung seluruhnya mencapai 1.462,78 hektar. Kedalaman Situ itu sendiri jauh dari ideal, yaitu hanya rata-rata 2 meter dari kedalaman ideal 5 m.

.

Powered by Qumana

About these ads
Kategori:Nasional
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: