Beranda > Masjid Ittihaad > Situ Gintung : Keajaiban Masjid

Situ Gintung : Keajaiban Masjid

Tragedi Situ Gintung selain menyisakan kisah pilu dari keluarga korban, juga membuka kisah tarbiyah dari Allah Swt.

Masjid adalah rumah Allah, namun masjid bagaimanakah yang dijaga dan dijamin Allah Swt. Sebagaimana kisah tragedi Tsunami di Aceh, diantara sekian banyak masjid yang hancur, ternyata ada juga masjid yang tetap kokoh ditengah porak porandanya bangunan disekitar masjid.

Adalah Masjid Jabalur Rahman yang berada sekitar 50 meter dari tanggul Situ Gintung yang jebol, tetap berdiri kokoh meski sebagian besar bangunan di sekitarnya rusak berat diterjang air bah dari danau itu Jumat kemarin. Selain itu terdapat pula sebuah mushola, yaitu Musala Al Muhajirin yang terletak di Rt04/RW08, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat. Musala ini berada tepat di tengah-tengah pemukiman warga

Ya.., tidak sembarang masjid. Hanya Allah yang maha tahu masjid mana yang tetap dijaga olehNya dalam segala suasana dan keadaan. Yang jelas, saya yakin-seyakin-yakinnya masjid yang masuk kriteria tersebut adalah masjid yang makmur dan hidup amalannya. Bukan satu-dua, sudah banyak sekali bukti menunjukkan bahwa masjid yang makmur dengan jamaahnya dan hidup amalannya maka masjid tersebut dijaga langsung oleh Allah Swt.

Maka, alangkah sedihnya kalau kita lihat realitas di masyarakat saat ini. Walaupun masjidnya megah, lengkap tapi lebih banyak yang sepi jamaahnya dan tidak ada amalan masjidnya. Kokohnya sebuah masjid bukan dari pondasinya yang kokoh, atau arsitekturnya yang bagus. Kuncinya hanya dari hidupnya amalan dalam masjid tersebut.

Bagi mereka yang senantiasa sibuk dengan amalan masjid, maka bukti keajaiban masjid saat tragedi Situ Gintung akan menambah semangat dan yakin serta keistiqomahan untuk tetap tawajuh menghidupkan amalan masjid. Semoga semakin banyak masjid-masjid lain yang hidup dengan amalan sebagaimana masjid Nabawi di jaman Rasulullah Saw.

Mari hidupkan amalan masjid, agar masjid kita bisa mencontoh masjid Nabawi di jaman Rasulullah, kampungnya sebagaimana kampung Madinah dan rumah-rumahnya sebagaimana rumah para sahabat.

Powered by Qumana

Categories: Masjid Ittihaad
  1. temp
    31 Maret, 2009 pada 5:50 am | #1

    ini bukti nyata manusia sekarang ini, bila di timpa cobaan bukan larinya kepada Allah semata…. malah meninggalkannya (bermaksiat kepada Allah).
    Tak Salah Allah hanya menyelamatkan Masjid itu saja.

  2. 31 Maret, 2009 pada 5:02 pm | #2

    Subhanallah, Sungguh Maha Kuasa atas segalanya

  3. 1 April, 2009 pada 12:06 pm | #3

    Innalillahi wa innaillahi rajiun …

    Tulisan simpati saya untuk Situ Gintung: http://rinduku.wordpress.com/2009/04/01/gerimis-menyisakan-embun/

    • prayudi
      1 April, 2009 pada 5:45 pm | #4

      terima kasih mbak rindu, menyentuh sekali tulisan anda.

  4. 1 April, 2009 pada 10:21 pm | #5

    sekian banyak bukti masih saja manusia kafir!

  5. 2 April, 2009 pada 2:44 am | #6

    Permisi…
    Memang fakta ini amat menarik dan lagi jadi berita hot. Namun saya ingin memberikan perpektif yang agak berbeda disini.
    Dari lokasi kejadian, saya perhatikan posisi Mesjid memang tidak berada pada alur utama air yang menerjang. Jadi daya rusak air bah tidak sedahsyat jika berada tepat di tengah alur air.
    Lokasi terparah di sekitar Mesjid adalah rumah 2x yang berada di seberang Mesjid. Karena alur air dari tanggul yang jebol tepat dan langsung mengarah ke sana.
    Selain itu alur airnya juga “Letter L” dengan Mesjid berada pada sudut dalam. Jadi cukup logis jika sudut luar menerima terjangan air bah yang maha dahsyat.
    Demikian perspektif lain dalam melihat fenomena Mesjid yang masih tegak berdiri itu. Semoga bisa melengkapi pemahaman kita semua atas “kejaiban” ini.
    wallahualam bisawab..

    • prayudi
      2 April, 2009 pada 2:54 am | #7

      Terima kasih atas analisis faktualnya, semoga tidak mengalihkan kita dari kuasa Allah Swt atas masjid itu sendiri. Air adalah mahluk Allah, tanah juga mahluk Allah. Semuanya tunduk pada Allah. Demikian juga saat terjadinya tragedi Situ Gintung

  6. 3 April, 2009 pada 2:58 am | #8

    Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar…
    Analisa logis Kang Herry, memang masuk akal. Tetapi mari kita kaji lebih dalam, petunjuk yang sangat nyata itu adalah bukti dari Kekuasaan Alloh ‘Azza wa Jalla. Secara logis bisa saja air bah itu menghantam langsung masjid yang berdiri di sebelahnya, namun Alloh berkehendak lain. Teringat saya akan kisah nyata dari Blitar saat gunung Kelud meletus dan menumpahkan laharnya. Aliran lahar yang deras sudah pasti akan menerjang bangunan masjid di bawahnya, pasti. Tetapi lahar tersebut menghindari bangunan masjid dan mengalir deras melalui samping kanan dan kiri masjid serta menutup daerah yang dialirinya. Inilah kuasa Alloh, terbelalak MATA KEPALA kita akan keajaiban yang ditunjukkan-NYA, maka sinkronkan MATA HATI kita untuk membaca ayat-ayat kauniyah-NYA.
    Wal ‘asry, innal insaana lafi kusr, ilalladzina aamanu wa amilusholihati wa tawashaubil haqq wa tawashaubishobr.
    Semoga semuanya menjadikan kita untuk bisa meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala.
    Laa ilaha ila anta subhaanaka inni kuntu minadlolimiin.

    • prayudi
      3 April, 2009 pada 3:03 am | #9

      betul, semuanya harus proporsional. Adakalanya memang kita harus melihat fakta, dan kalau ini yang kita tonjolkan, maka yakinlah IMAN kita tidak akan bertambah, karena semuanya adalah berdasarkan pada kemampuan analisis ilmu kita. Justru ditengah banyaknya analisis fakta dan data yang dibuat oleh berabgai pakar, adanya hal yang akan menundukkan ilmu dan pengetahuan kita pada kebesaran ALLAH, justru akan menjadi bahan untuk instrokpeksi iman dan amal shaleh kita

  7. Masrum
    3 April, 2009 pada 6:47 am | #10

    Nuwun sewu….
    ‘perspektif’ Mas Herry memang benar ya tentunya menurut pendapat pribadi si pembuat perpektif itu sendiri yaitu Mas Herry.
    Dengan segala kerendahan hati saya supaya tidak menambah polemik, semuanya kita kembalikan lagi kepada ‘cara pandang’ MATA HATI masing-masing bukan hanya dengan ILMU DANGKALnya MANUSIA YANG HANYA SETETES AIR DI LAUTAN atau MATA KEPALA atau AKAL FIKIRAN MAKHLUK semata.
    Itu semata-mata hanya soal HIDAYAH & NUR ILAHI.
    InsyaAllah….

  8. 3 April, 2009 pada 7:00 am | #11

    ya Alloh begitu agung karunia-Mu, KAU tunjukkan sedikit kekuasaan-MU kepada kami…. Subbahanalloh, sudah banyak bukti nyata tentang kekuasaan Alloh, tetapi kenapa ya kita (terutama saya pribadi) masih seringkali melanggar atura-NYA, Ya Alloh Ampuni Dosa kami (Terutama Saya) yang banyak melalaikan Kewajiban dari-Mu. … Amin.. wassalam

  9. 4 April, 2009 pada 12:18 pm | #12

    Subhanallah ini sebuah kisah yang menarik, di Aceh juga banyak mesjid yang luput dari bencana alam, padahal berada dijalur Tsunami, kesimpulannya adalah mesjid tempat yang aman untuk berlindung, Islam Is The Best…

  10. 5 April, 2009 pada 8:28 am | #13

    subhanallah…

  11. kampey
    6 April, 2009 pada 7:11 am | #14

    mas henry klo nga ykin slhkan krna smua didunia nga ada yg kbtulan emang sih setiap bencana pasri membwa hikmah bgi mreka2 yg masih punya iman insya allah

  12. Lolo
    6 April, 2009 pada 7:57 am | #15

    yah, semoga bisa dijadikan pelajaran bahwa Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Kuasa dan Maha-Maha yg LainNya..
    Ketahuilah sesungguhnya Bencana (kesedihan) dan Kesenangan itu datang dariNya…

  13. 7 April, 2009 pada 5:01 am | #16

    Selamatnya Masjid Jabalul Rahmah itu justru untuk mengingatkan betapa manusia semakin jarang memasuki masjid. Allah membiarkan masjid itu selamat bukan untuk menunjukkan kebesaran Allah. Sebab Allah akan tetap besar kekuasaannya meskipun seandainya masjid itu hancur.Kita justru disuruh istighfar atau memohon ampun disebabkan jarang memasuki masjid. Kalaupun ke masjid, ya paling cuma hari jumat atau shalat tarawih. Sementara shalat-shalat yang lain jarang dilakukan di masjid. Padahal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam mengajarkan agar selalu shalat di masjid, meskipun harus merangkak mencapainya

  14. 13 April, 2009 pada 8:22 am | #17

    Makasih atas infonya… smoga jadi hikmah bagi kita smua

  15. anto
    13 April, 2009 pada 5:48 pm | #18

    subhanallah, allah maha besar.

  16. 17 April, 2009 pada 8:23 am | #19

    Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
    Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
    Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
    Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html

  17. 12 Juni, 2009 pada 9:03 am | #20

    Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
    Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
    Masjid – Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
    Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
    Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
    Spanyol dan Italia.
    Dapat di Download di http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html

  18. mokhammad
    11 September, 2009 pada 2:36 pm | #21

    itu adalah sebagian dari kekuasaan allah swt masih banyak lagi kekuasaan yang belum ditunjukkan,agar manusia menjadi orang yang beriman

  19. Asrul
    24 Oktober, 2009 pada 12:26 pm | #22

    Di daerah sya ada masjid berjalan dari desa yg satu ke desa yg lain krna bnjir sdangkan rumh diskitarny ambruk smua tpi msjd tsb tdk ada rusakny jstru pindah ke desa sbelah

  20. Adi
    5 Mei, 2010 pada 2:07 pm | #23

    thanks infonya

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.