Beranda > Humanity > Masjid Kubah Emas

Masjid Kubah Emas


Hari Sabtu kemarin, Ibu saya memberi tahu bahwa dia bersama dengan rombongan ibu-ibu pengajian kampung akan pergi ke Jakarta, selain ikut siaran pengajian Mamah Dedeh di Indosiar, katanya juga mau mampir ke Masjid Kubah Emas. Dan kalau memang jadi mampir ke Masjid Kubah Emas, berarti itu adalah yang ke empat kalinya bagi ibu saya mampir kesana.

Saya sendiri sudah bolak-balik ke Jakarta, tapi terus terang saja kalau ditanya dimanakah Masjid Kubah Emas itu..? Saya akan katakan tidak tahu. Sering dengar, sering lihat di TV, sering baca di koran tapi gak tahu dan belum pernah melihat langsung wujud Masjid Kubah Emas ini.

Sebenarnya bukan kubahnya yang emas atau bukan emas yang penting, masjid dibangun megah namun hanya sekedar sebagai tempat wisata dan foto-foto malah akan membuat sakit Rasulullah Saw. Karena masjid beliau, yaitu Masjid Nabawi ketika beliau masih hidup wujudnya sangatlah sederhana, hanya beratap daun kurma dan bertiang pohon kurma. Namun demikian inilah yang menjadi sumber hidayah dan turunnya rahmat keseluruh alam. Walaupun saat ini banyak masjid yang dibangun dengan megah, semoga yang membangunnya dan yang mengurusnya tetap menjalankan fungsi masjid sebagaimana masjid pada awalnya dibangun, yaitu masjid sebagai pusat Dakwah, Ta’lim, Dzikir Ibadah, Khidmat.  Masjid yang mempunyai fungsi seperti inilah yang benar-benar akan menjadi benteng yang kokoh bagi ummat Islam. Bila tidak, maka akan muncul masjid cordoba-masjid cordoba yang lain, yaitu bangunan masjid tapi sudah tidak bisa lagi digunakan untuk tempat ibadah ummat Islam karena sudah dikuasai oleh orang non muslim.

Saya googling, ternyata di Dunia ini ada 7 buah Masjid yang dijuluki Masjid Kubah Emas.

1.Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei

Masjid yang merupakan bagian dari kompleks Istana Bolkiah didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa. Masjid ini memiliki 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih. Keseluruhan kawasan masjid ini dipagari dengan kisi-kisi besi dengan panjang kira-kira 1.082 km. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, disamping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara.

Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer.

2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak

Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada bulan Februari 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak.

3. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina

Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M. Masjid ini dahulu-mungkin juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar.

4. Masjid Suneri, Lahore, Pakistan

Masjid Suneri memiliki 3 kubah emas. Satu kubah utama, 2 lainnya di sisi kanan dan kiri. Masjid ini didirikan oleh Nawab Syed Bhikari Khan, anak Wakil Gubernur Lahore pada tahun 1753 M.

5. Masjid Sultan Singapura

Tahun 1928, begitu mendapat uang dari Kongsi Dagang Inggris sebanyak SGD 3000, Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada.

Lain halnya di Singapura. Seberapapun besar masjid dibangun di sini, tak 1 dB-pun bunyi adzan boleh dilantunkan. “Menganggu ketenangan,” kata seseorang. Meski muslim perlu pengingat sholat yang unik seperti adzan, tapi karena pemerintah tidak memahami esensi “adzan” maka adzan dilarang bunyi. Karena minoritas maka muslim di Singapura diam saja. Bergeming. Diam juga pilihan dan mereka membunyikan adzan lewat speaker dalam ruangan masjid saja: tak sampai keluar.

Satu-satunya (mungkin) masjid yang boleh membunyikan adzan adalah masjid Sultan di sekitar Arab Street. Masjid Sultan adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan national heritage. Oleh sebab itu, ia mendapat perkecualian.

6. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei

Brunei memiliki 2 masjid yang berkubah emas. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah yang didirikan pertama kali. Mulai digunakan tahun 1958, masjid ini terletak di tengah danau buatan yang bersih. Kubahnya terbuat dari emas 24 karat. Biaya pembangunannya menghabiskan USD 5 juta. Pada zamannya, Masjid Sultan Omar Ali diperhitungkan sebagai salah satu bangunan terindah di dunia.

7. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia

Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri.

Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.

Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.

Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung .Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil.

Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat digunakan angkutan umum dari terminal depok ( nomor 03) yang menuju parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek menuju jalan Meruyung.

Sumber tulisan : Situs Vanlieqos

Powered by Qumana

About these ads
Kategori:Humanity
  1. kiki ayu
    18 Maret, 2009 pukul 1:06 pm

    subhannallah …. nie baru rumah terindah dan hal yang paling terindah yang pernah aq lihat ….

  2. 2 April, 2009 pukul 4:57 pm

    beautiful mosques

  3. usman
    6 April, 2009 pukul 2:45 am

    Hukum Menghiasi Masjid dan Memperindahnya

    Diriwayatkan dari Sa’id bin Abi Sa’id secara mursal, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika kalian telah menghiasi masjid-masjid dan mushhaf-mushhaf kalian, maka kehancuranlah yang akan menimpa kalian.”

    Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Aku tidak diperintah untuk membuat megah masjid-masjid’,” (Shahih, HR Abu Dawud [448], Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah [463], al-Baihaqi [II/438-439], ath-Thabrani [13000-13003], Ibnu Hibban [1615]).

    ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a. berkata, “Kalian pasti akan menghiasinya sebagaimana halnya kaum Yahudi dan Nasrani (menghiasi tempat ibadah mereka),” (Mu’allaq, HR Bukhari, lihat Fathul Bari [I/539]).

    Ketika ‘Umar menginstruksikan pembangunan masjid, ia berkata, “Lindungilah mereka dari hujan, dan janganlah sekali-kali kalian warnai merah atau kuning hingga mengusik hati mereka,” (Mu’allaq, HR Bukhari [I/539]).

    Kandungan Bab:

    1. Al-Baghawi berkata (II/349-350), “Yang dimaksud dengan tasyyiid adalah meninggikan dan memanjangkannya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT , ‘Di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh’,” (An-Nisaa’: 78).”

    Yakni, masjid yang ditinggikan bangunannya. Dikatakan, Syaada ar-rojulu binaa’ahu yakni, lelaki itu meninggikan bangunannya.” Disebut buruj musyayyadah, yakni benteng yang tinggi lagi megah. Asy-syiid artinya membuatnya megah (dengan dikapur, dicat, atau lain sebagainya-pent..).

    Masjid pada zaman Nabi saw. dindingnya dari batu bata, atapnya dari pelepah kurma, tiangnya dari batang kurma. Abu Bakar tidak menambahinya sedikit pun. Kemudian ‘Umar menarnbahinya, beliau merenovasinya seperti bangunan aslinya pada zaman Rasulullah, yakni dengan batu bata, pelepah kurma dan mengganti tiang-tiangnya dengan kayu. Kemudian ‘Utsman merubahnya, beliau banyak melakukan penambahan-penambahan di sana sini. Beliau membangun dindingnya dari batu berukir dan semen, mengganti tiangnya dengan batu berukir dan atapnya dengan kayu jati,” (HR Bukhari [446]).

    Saya katakan, “Barangkali inilah yang dibenci oleh para Sahabat, yaitu tidak boleh menghiasi masjid dengan hiasan yang tidak ada gunanya.”

    Perkataan Ibnu ‘Abbas r.a, “Kalian pasti akan menghiasinya sebagaimana halnya kaum Yahudi dan Nasrani (menghiasi tempat ibadah mereka),” maknanya, Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nasrani menghiasi tempat ibadah mereka setelah mereka menyelewengkan dan merubah-rubah ajaran agama mereka. Kalian akan berbuat sama seperti mereka. Kalian nanti akan berbangga-bangga dengan masjid-masjid dan berbangga-bangga dengan ornamen dan dekorasinya.”
    2. Menghiasi masjid hukumnya haram, berdasarkan beberapa alasan berikut:
    1. Bertentangan dengan As-Sunnah yang secara tegas menjelaskan bahwa yang disyari’atkan dalam pembangunan masjid adalah kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan dalam menghiasi dan membuatnya megah. Rasulullah saw. sendiri telah mengatakan, “Bangunlah masjid seperti tempat berteduh yang dibuat oleh Nabi Musa, dari tepas dan kayu-kayu kecil. Sebab ajal kita lebih cepat datang daripada usia bangunan,” (Hasan, Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahihah [616]).
    2. Dapat mengganggu konsentrasi orang-orang yang shalat di situ. Segala sesuatu yang dapat menghilangkan kekhusyu’an adalah dilarang, sebagaimana yang akan disebutkan dalam bab berikut.
    3. Dapat menimbulkan mafsadat yang lebih besar, yakni berbangga-bangga dengan bangunan masjid.
    3. Asy-Syaukani berkata dalam kitab Nailul Authaar (II/157-158), “Hadits ini menunjukkan bahwa menghiasi masjid termasuk perbuatan bid’ah.”

    Diriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa beliau membolehkannya. Diriwayatkan juga dari ‘Ali bin Abi Thalib r.a, bahwa beliau membolehkan menghiasi mihrab. Al-Manshur Billah berkata, “Bahkan boleh menghiasi seluruh bagian masjid.” Al-Badrul Munir berkata, “Ketika orang-orang mulai meninggikan dan menghiasi rumah-rumah mereka, maka mereka menyelaraskan bangunan masjid dengan bangunan rumah mereka agar tidak dianggap merendahkan dan meremehkan masjid. Namun hal itu disanggah, karena apabila larangan tersebut tujuannya sebagai anjuran mengikuti generasi Salaf dalam hal meninggalkan kemegahan, maka perkataannya itu benar. Namun bila larangan tersebut disebabkan kekhawatiran hiasan-hiasan itu akan mengganggu konsentrasi orang yang shalat, maka perkataannya itu tidak benar, karena alasan larangannya tetap ada.”

    Salah satu alasan yang diangkat oleh orang-orang yang membolehkannya adalah tidak adanya pengingkaran dari para Salaf terdahulu. Lantas mereka menganggapnya sebagai bid’ah hasanah. Dan hal itu dapat mendorong orang pergi ke masjid.

    Alasan-alasan tersebut tidak dapat dijadikan hujjah bagi orang yang mendapat taufik. Terlebih lagi alasan tersebut bertentangan dengan hadits- hadits yang secara jelas menunjukkan bahwa menghiasi masjid tidak termasuk Sunnah Rasulullah saw, bahkan termasuk bermegah-megah yang diharamkan, termasuk salah satu tanda dekatnya hari kiamat dan termasuk perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani. Sementara Rasulullah saw. selalu menyelisihi mereka dan menganjurkan kita agar menyelisihi mereka dalam perkara-perkara yang umum maupun khusus.

    Alasan tidak adanya pengingkaran dari Salaf adalah alasan yang tertolak. Sebab menghiasi masjid adalah bid’ah yang dibuat-buat oleh daulah-daulah yang zhalim tanpa izin dari ahli ilmu. Mereka membuat-buat bid’ah tersebut tanpa terkendali lagi dan tidak seorang pun yang dapat mengingkarinya. Para ulama mendiamkannya untuk melindungi diri dari kekejaman mereka, padahal sebenarnya mereka tidak ridha. Bahkan sejumlah ulama pada masa-masa terakhir bangkit menentangnya. Para ulama itu meneriakkan dengan lantang di hadapan mereka celaan terhadap bid’ah tersebut,

    Alasan, bahwasanya menghiasi masjid termasuk bid’ah hasanah adalah alasan bathil. Demikian pula alasan bahwa menghiasi masjid dapat mendorong orang untuk datang ke masjid juga alasan yang rusak. Sebab alasan bisa mendatangkan orang ke masjid dan membuat mereka menyukai masjid hanya berlaku atas orang-orang yang tujuan dan maksudnya ke masjid untuk melihat-lihat keindahan dan kemegahan masjid. Adapun bagi yang datang ke masjid dengan niat beribadah kepada Allah, ibadah yang disertai dengan kekhusyu’an -sebab ibadah tanpa kekhusyukan ibarat jasad tanpa ruh-, maka hiasan-hiasan tersebut jelas mengganggu konsentrasinya. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw. terhadap pakaian Anbijaaniyah yang beliau kirim kepada Abu Jahm (karena mengganggu kekhusyu’an shalat beliau-pent.) dan sebagaimana telah disebutkan dahulu tentang kisah Rasulullah saw. merobek tirai yang bergambar. Membenarkan bid’ah yang menyimpang yang dibuat-buat oleh para raja membuat sebagian ahli ilmu terdesak ke lorong yang sempit. Mereka berusaha membuat-buat alasan yang lemah yang hanya pantas dikatakan kepada hewan-hewan ternak.”

    Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 1/389-392

    • knowledge seeker
      28 Juli, 2009 pukul 2:49 pm

      Di mana mesjid yang pihak anda bina untk dijadikan contoh?

  4. siswoyo
    7 April, 2009 pukul 4:01 am

    ke indahan dan kerapian adalah merupakan ajaran agama islam, begitu pula sebuah kekokohan dalam membuat struktur sebuah bangunan, ini merupakan catatan bagi kita semua bisakah kita membuat iman kita kokoh seperti struktur bangunan masjid yang ada pada situs ini, bisa indahkah dalam ibadah kita dan rapi dalam waktu kita menghadap sang kholik, mungkin ini PR kita bersama.

  5. siswoyo
    7 April, 2009 pukul 4:10 am

    sekarang banyak masjid berdiri kokoh, bahkan tidak luput dari struktur bangunan yang indah dan menggiurkan, tapi tolong janganlah sebuah masjid itu dijadikan sebagai panorama keindahan yang hanya kita lihat, tapi nikmatilah kemegahan sebuah masjid itu sebagai sarana ibadah kita menjadi tenang dan khusuk dalam menghadap sang kholik, janganlah kita terlena sesaat dalam kemegahan, dan keindahan.

    • knowledge seeker
      28 Juli, 2009 pukul 3:06 pm

      Yang berjaya membina mesjid indah tentulah dengan niat untuk memberikan keselisaan beribadah, nah tugas dia alhamdulillah sudah dia tunaikan…selepas itu terserah kita yang akan menggunakan tempat tersebut untuk beribadah harus memanfaatkan semaksimal mungkin. Indah juga melambangkan kesempurnaan maka dipihak yang mendirikan mesjid sudah berusaha memberikan apa yang mereka mampu dalam berugama bahawa melakukan kerja dengan sebaik mungkin juga adalah menjadi tuntutan berugama. Lebih baik kita sama-sama berusaha mengimarahkan mesjid daripada jadi tukang nilai kerja orang sahaja sementara kita tidak banyak menyumbang apa-apa.

  6. 8 April, 2009 pukul 4:54 pm

    ke indahan dan kerapian adalah merupakan ajaran agama islam, begitu pula sebuah kekokohan dalam membuat struktur sebuah bangunan, ini merupakan catatan bagi kita semua bisakah kita membuat iman kita kokoh seperti struktur bangunan masjid yang ada pada situs ini, bisa indahkah dalam ibadah kita dan rapi dalam waktu kita menghadap sang kholik, mungkin ini PR kita bersama.

  7. simpatisan
    19 April, 2009 pukul 7:00 am

    subhanallah..

  8. 19 April, 2009 pukul 9:42 am

    subhanalloh

  9. 19 April, 2009 pukul 12:12 pm

    Emas : Logam Mulia = simbul kemuliaan. Semoga dgn di bangunnyanya mesjid kubah emas di Indonesia menjadikan simbul atas kemuliaan umat islam di Indonesia umumnya umat islam sealam dunia. Tapi kita harus ingat & saling mengingatkan, bahwa kemuliaan itu datangnya bukan dari emasnya melainkan dari ahlak insan yg ahlakul karimah. Dgn akal pikiran semoga insan umat islam mulia akan hidup & bisa saling memuliakan di antara kehidupannya, krn yg memuliakan semuanya adalah lisan hati & amal perbuatan insan atas dasar ahlakul karimah dgn izin Alloh SWT….

  10. 21 April, 2009 pukul 5:15 am

    “Ketika masjid mulai megah, nasib umat di sebelah masjid pun makin susah”
    “Ketika masjid makin terang dengan lampu dan soundsystem ribuan watt, rumah umat miskin hanya berlampu teplok”
    “ketika masjid ramai dengan berbagai acara, umat disebelahnya mulai menangis karena kelaparan”
    Masjid,…megah, indah, tapi umatmu,…?????

  11. buhori
    20 Mei, 2009 pukul 6:23 am

    Ass…

    telah berdiri mesjid terbesar dgn total luas komplex 1400 hektare, mau mengunjungi silahkan datang ke Al-zaytun…

    Wss…

  12. 3 Juni, 2009 pukul 2:35 pm

    ass wr wb
    sdrku yang seiman apapun yang terjadi dg terbangunnya masjid Dian Al Mahdi oleh Ibu Hj Dian Djurian Maimun Al Rasyid & stlh km dg kelg kunjung kesana,sangat mengagumi takjub & hormat pd beliu karena tekadnya untuk membelanjakan hartanya di jalan Alloh,smg barokah & amalnya dtrm oleh Alloh Swt.Sdrku yang seiman,Depok tdk jauh krn itu usahakan bs kunjung kesana,tp niatkn tuk ibadah,krn jk niatnya slh sungguh rugi,dsn kt akan melihat karya anak bangsa yg artistik,agung,indah,unik merupakan monumen abadi yg bs dilihat & dinikmati oleh anak turun kt dlm ratusan & bahkan ribuan th yad.krn itu jgn dinilai negatif.
    Tuk pemerintah Kota Depok supaya mengawasi dg jeli,teliti dlm mencermati prilaku pemuda yang konon katanya petugas ,tukang parkir dll,krn orogansi bak preman yg memaksakn kehendaknya,pengunjung tidak keberatan dengan biaya yang dikenakan di pintu masuk yang diikuti dengan selembar bukti pembayaran,namun di tempat parkir pengunjung masih dipaksa lagi tuk keluar uang tuk petugas dan bahkan dipintu keluar masih ditarik lagi.Apaan tuh.

    • Alung
      26 April, 2010 pukul 2:18 am

      Ya begitulah, kita bermegah-megahan dengan dunia. Harusnya lah takmir masjid itu sadar arti kehadirannya bagi ummat yaitu memberikan rasa tenang dan tenteram dalam beribadah. Kalau masuk masjid harus bayar, bukankah ini komersialisasi rumah ibadah. Lalu dimana kah nilai pelayanan kepada ummat?. Kebanyakn kita lupa akan arti dan substansi ibadah, tapi lebih mengagung-agungkan seni,maha karya, dan kemegahan.
      Lebih baik masjid sederhana yang dipenuhi dengan pengurus masjid yang tulus ikhlas dalam melayani ummat sehingga khsusu’ dalam beribadah. Daripada masjid yang megah tapi dipenuhi dengan orang-orang fasiq yang jika ummat tidak membayar parkir dan tempat sandal/sepatu sholatnya tidak tenang karena takur bannya bocor ato sepatunya hilang.

  13. IBNU HASYIM
    5 Juni, 2009 pukul 12:49 am

    Mesjid Kubah Emas itu mesjid terindah yang ada di Indonesia

  14. ara
    22 Juli, 2009 pukul 1:57 pm

    subhanallah,,,indah nian rumah2 ALLAH…
    semoga benar2 sebagai sarana yang bisa mendekatkan qt pada ALLAH. Amin…

    tidak hanya sbgai ikon dari kemakmuran suatu daerah/kota. ataupun sebagai tempat wisata saja ataupun mencari rezeki dari orang2 yg mengunjunginya…

    oiya, satu hal yg musti diperhatikan, yaitu kebersihan mesjid!!!

    AYO DONG, JAGA KEBERSIHAN RUMAH2 ALLAH INI.
    kan ibadah jadi enak kalo tempat ibadahnya bersih dan nyaman… tul ga!!!???

  15. andra_indonesia
    15 Agustus, 2009 pukul 10:27 am

    Wallahualam bishawwab…..

  16. 23 Agustus, 2009 pukul 10:07 pm

    bagus dan dan indah sekali, namun jangan lupa merawatnya

  17. ucoks
    24 November, 2009 pukul 5:23 pm

    isinye

  18. 27 Januari, 2010 pukul 3:31 pm

    adem
    banyak masjid disini
    thank boleh mampir

  19. 25 Februari, 2010 pukul 4:36 pm

    Blog yang informatif. Bagus dan bermanfaat untuk dibaca. Kunjungi juga Semua Tentang Pakpak di GETA_PAKPAK.COM
    http://boeangsaoet.wordpress.com

  20. ahmad
    30 April, 2010 pukul 1:41 am

    MasyaAllah. lupakah kita kejadian tsunami di aceh ? berapa banyak masjid yang hanya terbuat dari konstruksi kayu tetap kokoh berdiri. Apa itu bisa diterima logika dan akal sehat. Disitulah terlihat kekuasaan Allah SWT dan keikhlasan para pendiri masjid dan memang masjid adalah sarana untuk beribadah bukan sarana untuk bermegah – megahan dan sekedar pameran kemewahan dan keindahan. Yang Allah SWT perintahkan kepada kita ialah keikhlasan dalam beramal bukan berperilaku ujub,takabur serta mubazir.

  21. 14 Juni, 2010 pukul 5:09 am

    kokoh dan indahnya masjid al-Mahri ternyata tidak hanya menimbulkan kebanggaan yang mampir disana namun sangat terasa jika menyempatkan berjama’ah shalat fardhu terasa kedamaian dan kedekatan dengan sang khalik jika kita meresapinya . begitulah teladan bagi masjid yang lain di ind.

  22. eco
    20 Juli, 2010 pukul 8:41 am

    subhanalloh masjid ini…

  23. Danny
    27 Mei, 2012 pukul 9:57 am

    Menurut saya masjid ini dibangun hanya diperuntukan bagi orang2 yg berduit saja, bagaimana tidak masuk ke dalam masjid kita diwajibkan bayar dengan tarif 25rb rupiah untuk mobil saya tidak tau kalo motor, parkir di dalam masjid 2rb, keluar masjid kita deiwajibkan bayar lagi sebesar 3rb. Masjied apaan ini? Niat ke masjid untuk beribadah malah diperas sama petugas penjaga masjid.
    Buat sahabat2 yg lain klo semisal nggak mau diperas keluar masuk masjid

    Terserah tanggapan apa yg ada setelah saya menulis ini tapi saya hanya menghimbau kepada sahabat agar menjauhi masjid seperti ini.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: