Film Ayat – Ayat Cinta

Sejak awal tahun ini, salah satu film yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat indonesia adalah Ayat-Ayat Cinta. Sebuah film yang diangkat dari Novel karya fenomenal Kang Abik alias Habiburahman. Saya dan istri saya termasuk yang cukup penasaran dengan film tersebut karena kebetulan sudah membaca novelnya cukup lama. Bahkan di perumahan saya, novel ayat-ayat cinta sudah berpindah tangan beberapa kali sehingga saya perlu untuk membeli yang kedua kalinya.

Rupanya jadual penayangan Film Ayat-ayat Cinta mundur beberapa kali, hingga akhirnya menurut berita terakhir baru akan di putar serentak pada tanggal 28 Februari 2008. Namun, entah bagaimana awalnya setelah klak-klik kesana kemari akhirnya ditemukan satu situs yang menyediakan fasilitas download film ayat-ayat cinta. Terpaksa saya istirahatkan MacBook saya khusus untuk mendownload film ayat-ayat cinta ini (hampir 24 jam je… waktu downloadnya)

Setelah saya lihat filmnya ayat-ayat cinta ini, maka komentar saya adalah :

  • Terus terang saja rasa penasaran saya adalah ingin melihat personifikasi sosok tokoh dalam novel ayat-ayat cinta, sosok Facri, Aisyah, Maria, Nurul, Nouma. Terus terang saja saya cukup kecewa dengan personifikasi sosok Facri, sangat jauh dari imajinasi saya ketika membayangkan Facri sebagaimana dalam novelnya. Dalam baliho yang saya lihat di perempatan kentungan gambar sosok Fachri lebih mendekati imajinasi saya terhadap tokoh Facri.  dalam film menurut saya terlalu muda dan sosok serta tampilannya terlalu gaul untuk seorang mahasiswa alim al azhar. Memang menurut cerita dari beberapa sumber, proses casting untuk mendapatkan sosok Facri sangat melelahkan karena gak ada yang cocok, sampai akhirnya dipilih Facri sebagaimana dalam film tersebut.
  • Alur cerita dalam film ternyata tidak sama persis dengan novelnya, ada beberapa variasi. Saya sampai berdebat dengan istri saya bagaimana versi novelnya dan bagaimana wujud di filmnya. Barangkali memang ada kendala teknis untuk memvisualkan apa yang tertera dalam novel sehingga dibuat adaptasinya tanpa merubah jalan cerita utama. Salah satu yang cukup mengganggu saya antara lain hilangnya momen gejolak psikologis Fachri ketika diberitahu oleh Ustadz Jamal  bahwa Nurul berharap untuk dinikahi olehnya. Padahal  kejadian ini diketahui oleh Facri beberapa saat sebelum melangsungkan akad nikah dengan Aisyah. Nah versi filmnya Facri didatangi oleh Ustadz Jamal setelah mereka menikah.  Konflik psikologis muncul justru pada Aisyah karena dia menguping pembicaraan Ustadz untuk meminta Fachri menikahi Nurul.
  • Kedekatan Fachri dengan Maria dalam film ini digambarkan karena Maria lebih jago komputer dibandingkan Fachri. Dan Maria sangat membantu Facri dalam me-recover dokumen proposal thesisnya Fachri yang hilang karena terserang virus. Kedekatan Maria dengan Fachri sangat longgar sekali, padahal di novelnya sangat kentara bagaimana Fachri sangat menjaga soal muhrim. Selain itu ternyata diam-diam Fachri dalam film ini digambarkan sebagaimana nabi Yusuf, digandrungi banyak wanita, termasuk Noura yang diam-diam ternyata juga menjadi fans-nya Fachri sebagai sesama mahasiswa Azhar.
  • Saya yakin dalam proses pembuatan film tersebut, dilibatkan juga konsultan agama, denger-denger pak Din Syamsudin termasuk konsultannya. Namun saya cukup terganggu juga melihat beberapa visualisai praktek ibadah yang ditunjukkan dalam film tersebut. Sebagai contoh, dalam madzhab syafi’i, walaupun perempuan itu bercadar, namun ketika shalat harus membuka penutup wajahnya, sehingga tidak ada sesuatu yang melekat menutupi wajahanya. Nah dalam film tersebut beberapa adegan shalatnya Aisyah ditunjukkan dengan wajah tetap bercadar. wallohu’alam apakah di Mesir aslinya memang begitu. Selain itu suasana shalat berjamaah yang digambarkan menjadi kebiasaannya Facri juga tidak nampak, Fachri digambarkan lebih banyak sholat sendirian.
  • Beberapa adegan kekerasan yang terjadi seperti pemukulan dan penyiksaan Fachri di penjara, kemudian perlakuan kasar ayahnya Noura, nampak sekali rekayasanya. Dipukuli habis-habisan kok wajah dan badannya mulus-mulus saja, tidak ada bekas-bekas penganiayaan. Kayanya harus belajar sama sutradara film-film silat nih biar lebih terasa nuansa penderitaan yang dialami oleh Fachri.
  • Ternyata Aisyah termasuk fansnya Macbook, maka ada momen dia memberikan kejutan pada Fachri saat  mengganti komputer lamanya dengan Macbook putih. Siippp lah…..
  • Mengapa Maria sakit…?? dalam buku disebutkan sakitnya Maria adalah karena duka yang dalam akibat mengetahui Fachri sudah menikah dengan Aisyah. Namun dalam film divisualkan sakitnya Maria adalah akibat tabrak lari.
  • Satu hal yang saya fikir akan sedikit membuat senyum kecut kaum wanita, kisah cinta Fachri dan Maria betul-betul direalisasikan dalam bentuk pernikahan. Jadi kesannya memang Aisyah di madu dan muncul konflik sekitar kondisi rumah tangga yang memadu istrinya. Padahal di novelnya kesan dimadu ini tidak nampak sama sekali karena proses pernikahan Fachri dan Maria tidak berumur panjang. Sehingga kesan menikmati kehidupan madu tidak nampak, kalau tidak salah selesai bersaksi di persidangan Maria langsung jatuh sakit yang berujung pada kematiannya. Istri saya tersenyum kecut juga bagaimana visualisasi kemesraan yang ditunjukkan antara Fachri dan Maria.

Diantara sekian banyak film yang pernah beredar di Indonesia, mungkin film ini adalah salah satu film yang membawakan nuansa islam sangat baik. Penasaran dengan novelnya…??? silahkan baca. Penasaran dengan filmya…? silahkan nonton…….

Kesan umum saya : memfilmkan sebuah film dengan nuansa agama, tidak cukup hanya dengan kemampuan sinematografi yang tinggi, namun juga perlu didukung oleh kepahaman agama dari mereka yang terlibat dalam pembuatannya. Seandainya mereka yang terlibat dalam pembuatan film ini memiliki kepahaman agama yang lebih baik, maka film ayat-ayat cinta ini akan jauh lebih fenomenal dibandingkan dengan novelnya. Sayangnya…….

(Untuk Kang Abik dan Mas Hanung, walaupun bagaimana, Insya allah kalau sudah tersedia di pasaran saya berniat untuk mengkoleksi DVDnya yang original, maaf nonton preview filmya malah dari downloadan bukan dari aslinya)

Powered by Qumana


  1. anita

    Saya rasa film sama novelnya sungguh jauh berbeda. Dari cerita juga ada hal-hal yang seharusnya diangkat jadi hilang gara-gara penambahan2 cerita. Saya rasa jika novel ini divisualisasikan, yang bikin itu harus orang yang bener-bener ngerti, penulisnya mungkin..

  2. cicie

    Ternyata Pak Ustad layak menjadi komentator film. Bisa didaftarkan jadi anggota KPPAI (?) …

  3. Ass.Wr.WB.
    Salam kenal yah…
    Saya suka baca review anda. Anda jeli & kritis sekali menilai film ini. Kebetulan saya jg dah nonton film nya.
    Mungkin ada 1 yang boleh saya ralat, yaitu kalimat anda yang bilang bahwa di novelnya Maria sekit karena depresi sedangkan di film karena kecelakaan mobil. Tapi lihat dari filmnya saya simak bahwa Maria memang sakit karena depresi, di mana ada doalog diagnosa dokter yg bilang “ada kalian pada jantungnya, mungkin karena deprsinya yang berat”. Terbukti jg dari darah yang menetes2 dari hidung Maria sejak dia belum kecelakaan. Kecelakaan itu bukan penyebab sakitnya Maria yng menyebakan ia meninggal, hanya menyebabkan dia koma yang lantas disembuhkan (bangun dari komanya) saat fahri datang & menikahinya. Saat Fahri sudah bebas pun Maria tetap menderita masalah jantung dan itu karena depresinya. Dan penyakit ini yang menyebabkan dia meninggal.
    Hehe.. ini cuma analisis saya loh… secara saya juga dah nonton langsung di bioskopnya, coba kalo ada waktu kapan2 anda simak lagi….
    Oh ya, saya juga punya review tentang film ini di blog saya (mungkin agak berbeda dari review anda, tapi pd dasarnya saya sgt menghargai pendapat & pemikiran semua orang), silakan kalo mau dibaca….

  4. boleh tau g’ alamat situsnya apa..

    please!!!!

  5. sely

    tolong kirimin alamat website dimana saya bisa mendownload fil ayat-ayat cinta dong
    please………..

  6. sely

    tolong kasih tau cara mendownload film ayat-ayat cinta dong
    kan dah ada code-codenya tuh terus di apain lagi, aq ga ngerti
    please…..
    coz aq kepingin banget nonton filmnya

  7. geuliz

    gmn caranyadownload aac???

  8. sweetz08

    gmn dunk….

  9. Supri`x

    tolong kirimkan downloadnya donk,,,please…….. ke mail gua : raythesha@yahoo.co.id

  10. jaka

    tolong kirim saya dong film ayat-ayat cintanya

  11. seperti apa sih film tersebut,kok penasaran bgt saya,saya tu gk suka nonton film2 yg romantis,sukanya yg sadis2 gitu,tapi sama ayat2 cinta,,,gimana ya,tauuuk ah

  12. adi

    hay sobat-sobatku yang caem-caem tolong dong aku dikasih tahu webnya download film ayat -ayat cinta aku pengen banget lihat filmnya tp ditempatku engak ada bioskop yg mutarnya.plis dehhhhh.tolong kirim ke imelkunya adi.yasa@yahoo.com

  13. haey sobat-sobatku tolong dong kirim film ayat-ayat cintanya ke emailku : azkajundi@yahoo.co.id

  14. Rie

    kalu boleh aku juga ingin sekali nonton film ayat-ayat cinta, kirim software nya ke alamat e-mail ku ya, herry_144@yahoo.com

  15. setyo

    bisa minta dikasih tau situsnya film ayat2 cinta mas?

    originalnya mash lama kluarnya je.
    g sabar nunggu.
    tp nanti tetep beli aslinya kok.
    wajib lah buat ngehargai karya yang bagus.
    jujur saya sdah nonton, tp pengen punya sendiri bwt ditonton lg dirumah.

    bisa ya?!

  16. i hate ayat-ayat cinta much…very much. the film is not educative…not good at all.

  17. Pak Ustadz, kalau mendownload dari situs, sebenarnya itu legal nggak yach? Kebetulan saya sudah nonton di bioskop. Banyak kritik saya juga, yang tidak mungin saya tulis ulang disini. Jika ingin baca, silahkan tengok di http://tutinonka.wordpress.com.
    Terimakasih, Pak Yudi.

  18. tanpa nama

    bagi dunk web sitna ayat-ayat cinta……………..
    pengen bgt ne liat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    q penasaran

  19. dhit@

    Mau dunk dikirimin filmnya.tq

  20. MAU DOWNLOD AAC KOMPLIT ADA DI …………………….

  21. alfa

    Saya belum nonton filmnya. Cuma baca novelnya. Bagus. Lumayan. Minimal bisa belajar Bahasa Mesir. Saya merasa terlalu banyak selipan ilmu Fiqih. Dialognya juga garing. Kurang mengalir. Terlalu banyak narasi. Alur ceritanya sedikit aneh. makanya males nonton filmnya…

    1. Dalam pertemuan Fahri dengan Aisha dan Alicia di Metro. Semua keributan yang terjadi sebagian karena provokasi Fahri sendiri yang membangkitkan kebencian orang kepada orang Amerika (Alicia cs) dengan ucapannya kepada Ashraf tentang titp salam kepada Bush. Dalam keributan tersebut sama sekali tidak ada dialog Alicia. Minimal menimpali atau membela Aisha. Padahal dia wartawati yang curiousnya biasanya tinggi, apalagi menyangkut persoalan yang terkait dirinya sendiri….

    2. Fahri terkesan sebagai Pria yang pasif untuk urusan wanita. maunya terlalu sempurna, tapi malah seperti mati rasa. Hanya terobsesi dengan urusan kuliah dan agama. bahkan nyaris sama sekali tidak ada gejolak rasa apa-apa dalam batinnya ketika berdekatan dengan Maria, Nurul, dan Aisha, Noura. Semua rasa cintanya seakan baru lahir setelah menikah dengan Aisha. Padahal sih gejolak rasa cinta boleh saja dirasakan (diceritakan) sebelum menikah. Lebih manusiawi lah.

    3. Setelah menikah dengan Aisha yang kaya raya. Dengan uang 30 M di tangan, tak terpikir sama sekali untuk pulang ke Indonesia. Malah honeymoon ke Alexandria. Nggak nasionalis amat sih…. he he.

    4. Saya merasa agak geli, kenapa Fahri harus menikah dengan Maria yang sedang koma. (Bukan anti poligami, cuma dari sudut plot/logika saja). Terlalu naif, kalau alasannya adalah fiqih soal menyentuh perempuan. Untuk menyadarkan Maria (saksi kunci) Fahri tidak mau menyentuh tangan Maria yang bukan muhrim. Kalo gitu jadiin muhrim saja. Padahal kalo dalam kondisi darurat (emergensi menyangkut nyawa manusia) mah bukan muhrim juga nggak apa-apa dipegang tangannya. Asal nggak bohong soal cinta. Setelah sadar baru diceritain deh kondisi yang sebanenarnya. Paling-paling maria koma lagi…. he he.

    Sorry Om Habibur.

  22. syafri

    menurut saya film ini sangatlah menarik karena saya lihat banyak film yang hanya mengandalkan cinta tampa harus memperhatikan nuasa islami yang terkandung didalamnya , saya harap film ini harus memiliki rasa keislaman yang lebih kuat lagi…




Leave a Comment