Beranda > Renungan > Nabi Palsu

Nabi Palsu


Berita detik ini hari memuat tentang bebasnya Lia Eden. Setelah kisahnya terkubur selama 2 tahun sejalan dengan berlakunya masa tahanan untuk Lia Eden, maka mulai hari ini Lia Eden siap-siap untuk membuat kehebohan baru. Tapi kok momentnya bareng dengan kisahnya Moshadeq yach…? Apakah ada keterkaitan skenario besar….? wallohu’alam……..

Kisahnya Lia dan Moshadeq menambah kisah-kisah lama tentang nabi-nabi palsu. Bahkan di jaman awal islam, setelah Rasulullah saw. wafat pun, nabi-nabi palsu ini sudah bermunculan. Diantara sekian banyak nabi palsu, barangkali yang tercatat dalam sejarah hanya beberapa saja. Musailamah al Kadzab adalah satu diantara sekian nabi palsu yang tercatat dalam sejarah.

Kalau diteliti, barangkali hampir setiap negara dan agama akan mencatat keberadaan nabi-nabi palsu. Tidak hanya dikalangan ummat islam, di kalangan komunitas kristen juga dikenal sederet daftar nama nabi palsu. Kalau dalam keyakinan ummat islam, yang juga menjadi keyakinan jumhur ulama ahli sunnah wal jamaah, bahwa Rasulullah Muhammad Saw, adalah nabi yang  terakhir dan selepas beliau tidak akan ada lagi nabi. Kesepakatan ini adalah titik. Sesungguhnya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib Al-Quraisyi telah dinyatakan oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul terakhir, Allah sekali-kali tidak mengangkat Nabi lagi sesudahnya. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah di dalam Al-Quran yang artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapa dari salah seorang lelaki di antara kamu, tapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi. Dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (Al-Ahzab, ayat 40)

Kalaupun kemudian diyakini bahwa setiap kerusakan di muka bumi akan berujung pada diutusnya seorang nabi (sebagaimana juga keyakinannya Al Qiyadah) maka yang akan Allah pilih bukan lagi nabi, tapi seseorang yang punya derajat Mujadid. Seseorang yang Allah Swt pilih untuk mengingatkan kembali ummat islam kepada ajaran nabinya. Jadi kalaupun ada seorang mujadid di jaman ini, maka dia tidak akan membawa sesuatu yang baru, justru akan membawa ummat ini kepada apa yang pernah dibawa dan dicontohkan oleh Muhammad Rasulullah saw.

Definisi mujadid ini pula yang membedakan adanya dua aliran Ahmadiyah, yang satu menganggap Mirza Ghulam Ahmad hanya sebagai mujadid, tapi yang lain menganggap beliau sebagai nabi baru.

Diantara sekian banyak kisah nabi palsu, berikut ini beberapa kisah tragis mereka :

  • Harith bin Saad; dia mendakwa menjadi Nabi di masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Daulat Bani Umaiyah. Ramai orang yang dapat dipengaruhi dan menjadi pengikut-nya. Tapi kesudahannya dia dibunuh bersama pengikut-pengikutnya.
  • Isa Al-Asfahan; dia mendakwa dirinya diangkat menjadi Nabi di masa Khalifah Al-Mansur dari Daulat Bani Abbasiah . Akhirnya dia dihukum bunuh.
  • Faris bin Yahya, dia mendakwa dirinya menjadi Nabi di masa pemerintahan Khalifah Al-Muktaz di Mesir. Faris mengaku sebagai Nabi Isa dan mendakwa dapat menyembuhkan penyakit sopak, orang buta, penyakit kusta dan menghidupkan orang mati.
  • Ishak Al-Akhras, dia mengaku sebagai Nabi di Asfahan (Iran). Dia pandai membaca kitab Taurat, Injil dan pandai mentafsirkan Al-Quran sesuka hatinya. Di antara ajarannya ialah barangsiapa yang beriman kepada Allah, beriman kepada Nabi Muhammad dan beriman kepadanya, dialah orang-orang yang mendapat kemenangan. Kerana kepandaiannya bertutur kata, ramai orang yang dapat dipengaruhinya dan menjadi pengikutnya. Ishak pada akhirnya dapat dihukum bunuh.
  • Aswad Al-Insi,  Namanya sebenar adalah Ailat bin Kaab bin Auff Al-Insi keturunan bangsa hitam Habasyah yang tinggal di Jazirah Arabia. Oleh kerana itulah dia dipanggil Aswad yang bermakna Si Hitam Pekat, dan terkenallah namanya sebagai Aswad Al-Insi. Dia mengaku dirinya sebagai nabi pada saat-saat menjelang Rasulullah SAW jatuh sakit dan segera mendapat pengikut yang ramai di kalangan kaumnya. Akan tetapi nabi palsu ini dapat dibunuh pada tahun 11 H/632M iaitu di saat-saat menjelang kewafatan Rasulullah SAW.

Dalam sejarah islam, terdapat beberapa nama lain yang masuk dalam daftar nabi palsu. Mereka adalah  : 

  1. Musailamah al Kadzdzab, muncul di jaman Rasululloh SAW, berlokasi di Yamamah. Nasibnya tewas di tangan Khalid bin Walid pada saat diperangi di jaman khalifah Abu Bakar.
  2. Aswad al Ansi, muncul di jaman Rasululloh SAW, dg lokasi di Yaman. Tewas di Yaman.
  3. Tulaihah al Asadi, muncul di jaman Rasululloh SAW, dari kabilah Bani Asad. Di akhir hayatnya dia bertaubat.
  4. Sajjah binti al Harits, muncul sesaat setelah Rasululloh SAW wafat. Dia berasal dari suku Tamim di Irak. Di akhir hayatnya bertaubat dan menjadi muslimah.
  5. Ahmad bin Husain
  6. Laqit
  7. Mirza Ghulam Ahmad, muncul di akhir 1800-awal 1900an.
  8. Mirza Ali Muhammad
  9. Bahaullah, pendiri aliran  Baha’i.
  10.  al Mukhtar bin Ubaidillah
  11. Ibnu Sam’an
  12. Amir bin Harb
  13. Abu Mansur al Ijli
  14. Ibnu Said as Sajli
  15. Abu Khattab al Asadi
  16.  Ibnu Bahram al Juba’i
  17. Hasan bin Hamdan
  18.  Abu Qasim an Najar
  19.  al Muni’ul Qashar
  20. Ibnu Kharba al Kindi
  21.  Abu Muslim as Siraj
  22.  Harits bin Saad, muncul di jaman khalifah Abdul Maik bin Marwan (Bani Umayyah). Dibunuh oleh pengikutnya sendiri.
  23. Isa al Asfahani, muncul di jaman khalifah al Mansur (Bani Abbasiyah). Dihukum mati.
  24. Sai Baba, yang sekarang sudah mendunia ajarannya.

Sementara itu untuk wilayah Indonesia sendiri, sejumlah nama dibawah ini layak didaftarkan dalam daftar panjang nabi palsu, yaitu :

  1.  Zikrullah Aulia Allah, berasal dari Sulawesi Tengah.
  2. Ali Taetang, berasal dari Banggai
  3. Dedi Mulyana alias Eyang Ended, berasal dari Banten.
  4. Lia Aminuddin, berasal dari Jakarta yang terkenal dengan jamaah Eden-nya
  5. Ahmad Moshaddeq yang kini sedang naik daun dengan aliran Al Qiyadah Al Islamiyah.

Daftar-daftar diatas saya kira akan terus bertambah, ini adalah salah satu ujian keimanan bagi ummat islam. Masih untung Lia Eden dan Ahmad Moshadeq tidak terlalu sakti mandraguna, akan tiba satu masa nanti akan muncul orang-orang setipe dengan Lia dan Ahmad Moshadeq yang juga dibekali dengan berbagai kehebatan. Mereka adalah bagian dari dajjal-dajjal kecil. Sampai tiba saatnya muncul apa yang selama ini kita berlindung dari fitnahnya, yaitu Dajjal……

Secara keimanan dan rohaniah, sudah selayaknya semua ini kita anggap sebagai  peringatan dari Allah, agar kita semakin tawajuh untuk menguatkan keimanan dan amalan.  Kuatkan amalan masjid, amalan dalam rumah dan amalan rohani individu agar kita terhindar dari fitnah yang lebih besar.

sumber :

 http://tausyiah275.blogsome.com/2005/09/20/nabi-nabi-palsu/

http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah062.html

Powered by Qumana

About these ads
Kategori:Renungan
  1. H.UPFREE
    31 Oktober, 2007 pukul 2:06 am

    BRAVO KEPADA KAWAN-KAWAN YG TELAH MENJADIKAN ISLAM YANG LURUS. BERJUANGLAH DEMI ALLAH DAN MEHAMMAD RASULULLAH !!!

  2. prayudi
    31 Oktober, 2007 pukul 2:43 am

    thks pak haji…… salam perjuanagan juga

  3. Wahyu 23th
    31 Oktober, 2007 pukul 2:48 am

    mau ikut kasih coment.
    Apa seh arti rasululah itu?
    rasululah menurut apa yg saya pelajari artinya adalah utusan Allah, semua manusia juga adalah utusan/hamba Allah yg tugasnya menyebarkan rahmat kepada semua orang,jadi sekarang yang merasa dirinya muslim sejati tunjukin arti orang Islam yg sebenarnya, jangan cuma omong doank, dakwah nabi itu dengan sikap dan perilaku yg akhlakul kharimah bukan cuma pidato kaya PILDACIL. G perlu ngaku2 nabi, karena Nabi Muhammad adalah nabi terakhir, sekarang tinggal kita lanjutkan perjuangan beliau menyebarkan rahamat bagi seluruh alam.
    gpp kan kasi masukan, mohon maaf sebelumnya jika ada kata2 yg salah.Masi miskin pengalaman dan wawasan.

  4. unknown
    31 Oktober, 2007 pukul 5:30 am

    Astaga..apa lagi ini…
    saya sedih melihat perkembangan islam pada saat ini.. begitu banyak masalah yang datang..

    apa sih maunya..kenapa sih..konspirasi macam apa sih ini..?

    ini bukan masalah sepele..
    ini awal kehancuran..klo tidak diselesaikan dari sekarang..ataupun awal kebangkitan untuk kita sebagai umat islam untuk membangun akidah kita kembali ( bahwa banyak yg memanfaatkan perpecahan kita yang sudah berlangsung lama..)

    knp baru sekarang kita pada sibuk..

    klo difikir..fikir..sudah sekitar 1000 pengikut disetiap daerah..sudah berapa lama mereka berkembang..

    jangan salah..masih banyak aliran – aliran lain yang ada diindonesia..saya pernah dengar nama – nama seperti :

    NKA = negara karunia allah
    NII = Negara Isalam Indonesia

    ini adalah aliran yang paling licin dan paling susah dijamah diantara alira – aliran sesat lainnya..

    maaf jika ada comment yang salah…tolong diperbaiki..sesama muslim wajib saling memperingati ( dijalan yang baik ) dng panutan rosullah muhammad S.A.W. bukan yang lain..

  5. fahrurozi
    31 Oktober, 2007 pukul 10:03 am

    Hehehe, Lia Eden sama Ahmad Moshaddeq, Mau Perang Nich… Kayak Udah Gila Aja Tuch berdua.

  6. al fathoer
    1 November, 2007 pukul 8:35 am

    wah itu sih dah ga kaget lagi……
    zaman ini kan katanya zaman akhir2 gitu,makanya hal-hal seperti itu akan semakin bertambah….

    itu kan sebagian dari dajjal2,hal tsb juga belum apa2,kan belum ada keajaiban2 dari nabi palsu itu makanya masih banyak orang yang ga percaya.tapi kalo udah ada keajaiban yang menyesatkan itu, wah bisa tambah gempar dunia ini.

    makanya kita harus cepat2 melindungi diri kita dengan menambah iman dan takwa,biar tidak iterseret dalam kesesatan
    semoga kita tetap di lindungi oleh alloh dari kesesatan……amin

  7. 2 November, 2007 pukul 12:09 pm

    Jangan2 yang gak suka sama Al-Qiyadah sebenarnya juga gak SHOLAT dalam kehidupan sehari2nya ???

  8. adelia
    2 November, 2007 pukul 12:42 pm

    buat mahasiswa baru, harap hati2..
    biasanya mereka tuh “nyerang’ dan mendekati anak2 baru yang memang masih smangat2nya mengenal dunia baru..

  9. Ahmad
    5 November, 2007 pukul 7:12 am

    Insya Allah………….Bila shalat lima waktu terjaga
    1. Dilaksanakan dimana adzan dikumandangkan
    2. Pada awal waktu
    3. Secara berjama’ah
    kita terlepas dari kesesatan………………..
    karena kesesatan adalah orang yang salah jalan…………………
    dan orang yang salah jalan adalah orang yang tidal mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW
    Wallahu A’lam

  10. Ahmad
    5 November, 2007 pukul 7:17 am

    Insya Allah………….Bila shalat lima waktu terjaga
    1. Dilaksanakan dimana adzan dikumandangkan
    2. Pada awal waktu
    3. Secara berjama’ah
    kita terlepas dari kesesatan………………..
    karena kesesatan adalah orang yang salah jalan…………………
    dan orang yang salah jalan adalah orang yang tidak mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW
    Wallahu A’lam

  11. 11 Juli, 2008 pukul 12:50 am

    Sebenere yang nabi-nabi palsu adalah orang yang pura-pura tahu ajaran tapi membohongi dunia. Mengatakan dirinya suci dan menindas orang yang dia cap haram. Padahal dia sendiri adalah nabi palsu itu. Karena tidak menyampaikan agama demi kebenaran. Tapi demi kemenangan pribadi. Demi antusias pribadi. Semoga neraka terbuka baginya. Lihatlah dulu surga seperti apa, baru boleh ngomong.
    Nabi palsu adalah orang yang menyebabkan pertikaian, karena dia tidak suka kalau dunia ini menjadi baik. Orang yang tidak mau mengevaluasi diri. Ahhhhhhhh… Nerakanya akan lebih dalam daripada orang yang difitnah.

  12. kang akil dekil
    13 Juli, 2008 pukul 3:58 pm

    orang sesat itu adalah sebagaimana yang dimaksud dalam QS-30;28,29.Mereka orang-orang dzalim seperti umat yang dimaksud dalam QS;5ayat44,45,46,47.
    WAMALAMYAHKUM BIMA ANJALALAH FAULAIKA HUMUL DZOLIMUN.

  13. 9 September, 2008 pukul 6:54 am

    shalat fardhu berjamaah bagi laki-laki baligh sangatlah utama,
    shalat adalah amal yang pertama dihisab, semasa hidup Rasulullah beliau selalu mencontohkan shalat fardhu berjamaah, hal tersebut diteruskan oleh para khulafaurrasyidin. Takutlah akan mati karena hidup setelah mati itu pasti …. mari kita dirikan shalat fardhu berjamaah …. semoga ampunan dan keredhaan Allah SWT di bulan Ramadhan ini senantiasa bersama kita amiiin yaa rabbal alamiin

  14. abas al dzulfikar
    19 Desember, 2008 pukul 1:36 pm

    Sebenarnya siapa yang akan membimbing kita kembali kepada kebenaran yang hakiki,kita tahu dunia saat ini butuh pemimpin yang tegas, yang tidak hanya mengaku iman tapi iman yang sesungguhnya,yang mampu membimbing manusia bedasar kitabullah dan sunnah para rosululloh. sekarang dunia benar benar bobrok aqidahnya.mungkin beberapa golongan diantara kita merasa aqidah kita tidak bobrok akan tetapi akankah kita membiarkan orang yang ada disekeliling kita aqidahnya rusak dan tidak mengenal lagi siapa sang penciptanya.inilah keluhan seorang umah dalam melihat kondisi dewasa ini.buta bila kita mengatakan kondisi sekarang ini bila kita mengatakan manusia sudah berada pada jalan yang lurus,dan alangkah tuli dan bisunya kita apabila ada seseorang di dunia ini yang mengetahui kebenaran yang hakiki tapi tidak mau membimbing dan membagi serta menyampaikan apa yang mereka pahami. semoga ada yang mau keluar kepada dunia dengan niat di mau menuntun umah. yang telah seharusnya dan menjadi tanggung jawab serta kewajiban para mubaligh dan mujahid ALLOH SWT. sehingga dunia ini menjadi rahmnatan lil ‘alamin. harapan besar kami mewakili seluruh umat yang mau benar benar beriman berdasar hukum dari ALLOH SWT, keluarlah mubaligh atau hamba ALLOH SWT yang masih memegang murni ajaran yang pernah ALLOH ajarkan pada Ibrohim, Musa, Isa, Muhammad huwallazi na ma’ahu sehingga kami umah mampu merasakan bagaimana kondisi rahmatan lil ‘alamin seperti yang pernah orang – orang mukmin sampai kepada mukhlisin seperti di jaman tegaknya hukum ALLOH SWT seperti pada zaman Ibrohim, Musa, Isa, Muhammad huwallazi na ma’ahu. kami umah masih menuggu masa itu. Kami juga yakin kalau semua yang paham ilmu ALLOH yang ada di dunia tau kalau hukum Alloh akan tegak kembali tapi apakah kita hanya akan tinggal diam. Kami menunggu tegaknya hukum ALLOH SWT. ALLOHU AKBAR, ALLOHU AKBAR, ALLOHU AKBAR

  15. Mr. Heaven Paradise
    14 Januari, 2009 pukul 4:09 pm

    Waduh dah gila tuh orang kok ngaku nabi segala emang dia bisa nyaingin Mukjizat Nabi Muhammad SAW seperti Mukjizat Al Qur’an, Mukjizat Isra Miraj , Mukjizat membelah bulan lalu menyatukannya lagi, Mukjizat gunung berubah menjadi Gunung Emas, Mukjizat memancar air dari tangan Rasulullah SAW, Mukjizat segala penyakit sembuh dari usapan tangan Rasulullah SAW, Mukjizat badan selalu wangi tanpa minyak wangi dan semua hewan buas takut pada Rasulullah SAW, Mukjizat selalu dipayungi mendung agar tidak kepanasan diwaktu siang, Mukjizat pohon yang layu mati langsung berwarna hijau dikala Beliau lewat, Mukjizat batu berbicara tatkala beliau lewat, Mukjizat orang jahat selalu takut bila berhadapan sama beliau, Mukjizat ketampanan Nabi Muhhammad SAW paras wajah yang lebih ganteng dari Nabi Yusuf AS, Dan masih banyak Mukjizat lagi dari Nabi Muhammad SAW yang tiada tertandingi oleh makhluk apapun di muka bumi ini sampai kiamat kelak…gitu kok ngaku Nabi dah jelek bau lagi…semoga Allah SWT melaknatmu dengan kebinasaan, kehancuran, kesakitan, kesempitan hiudup, dan kematian yang sangat tragis wahai Nabi Palsu karena yang Haq adalah ” LA ILAHAILALLAH MUHAMMADURASULULLAH ”
    Allahu Akbar semoga sholawat salam Allah SWT tercurah atas Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya seperti Allah SWT mencurahkan sholawat atas Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya dan semoga Barokah Allah SWT tercurah atas Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya seperti Barokah Allah SWT tercurah kepada Nabi Ibrahim AS besarta keluarganya dan sesungguhnya di Alam Semesta ini Engkau yang Maha Terpuji lagi Mulia Ya Allah. Amien……………………..

  16. 14 Maret, 2009 pukul 10:55 am

    Lia Eden nabi palsu sedang dalam perjalanan menuju kematian, dan nanti akan bertemu nabi palsu Muhammad dari Arab…mereka akan bertemu dan duduk bersama nanti sambil berbincang dalam hal kenabian mereka mengapa kita berdua sama-sama menjadi nabi palsu…?

    Dan Allah akan menjawab mereka… eyalah kamu berdua, karena aku tidak mengudus kamu berdua sebagai nabi-Ku
    dan engkau Lea eden akan menemani nabi palsu dari Arab yang sekarang sedang tertidur diliang lahad kuburan Medinah….sambil menunggu Imam Mahdi Isa anak maryam yang segera datang.

    • puan puti
      31 Desember, 2010 pukul 4:14 am

      nabi muhammad saw adalah nabi dan rasul Allah swt. karena dia mengakui tuhan satu2nya hanya Allah swt yang tidak beranak dan tidak diperanakkan seperti kata orang katholik dan protestan bahwa ada ALLAH BAPA, BUNDA MARIA, ROHUL KUDUS, SERTa yesus KRISTUS UNTUK DISEMBAH. Islam hanya menyembah Allah Swt. kenapa KAHATOLIK DAN PROTESTAN kitab injil aslinya berbahasa latin dan bukan bahasa nabi Isa as? …

  17. Engky majalengka
    8 Februari, 2010 pukul 7:22 am

    Dilihat dari daftar nabi palsu diatas d indonesia 5 dan d luar 24 klo d jml 29,menurut riwayat klo nabi sudah 30 maka akan kiamat,tolong ksh tau sy riwyat scara jelas.dari Majalengka

  18. puan puti
    31 Desember, 2010 pukul 4:26 am

    tiada lagi nabi dan rasul setelah nabi muhammad saw.. maka kalau ada manusia yang mengaku nabi dan rasul bearti dia berbohong. dan kalau ada umat non muslim yang menyangkal kenabian dari nabi muhammad saw, sebaiknya mereka diam dan jangan umbar omong. karena SATU SATUNYA tuhan yang kami sembah hanya Allah Swt dan TIDAK SAMA DENGAN TUHAN KALIAN, baik jumlah maupun namanya.
    ingat… lia eden bukan nabi Allah Swt dan bukan dari golongan islam..

  19. dildaar80
    11 April, 2011 pukul 10:14 am

    Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*

    Rabu, 16 Februari 2011 | 07:12 WIB

    TEMPO Interaktif, Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”

    Seperti dituturkan ahli tafsir dan sejarawan muslim terkemuka pada abad ketiga Hijriah, Imam Ibn Jarir Al-Tabari (838-923), dalam kitabnya Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (Sejarah Para Rasul dan Raja) atau yang dikenal sebagai Tarikh al-Tabari, Musailamah bukanlah sosok yang sepenuhnya asing bagi Nabi. Beberapa bulan sebelum berkirim surat, Musailamah ikut dalam delegasi dari Yamamah yang menemui beliau di Madinah dan bersaksi atas kerasulannya. Delegasi inilah yang kemudian membawa Islam ke wilayah asal mereka dan membangun masjid di sana.

    Menerima surat dari Musailamah yang mengaku nabi, Rasul tidak lantas memaksanya menyatakan diri keluar dari Islam dan mendirikan agama baru, apalagi memeranginya. Padahal gampang saja kalau beliau mau, karena saat itu kekuatan kaum muslim di Madinah nyaris tak tertandingi. Mekah saja, yang tadinya menjadi markas para musuh bebuyutan Nabi, jatuh ke pelukan Islam. Yang dilakukan Rasul hanyalah mengirim surat balasan ke Musailamah: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Pengasih. Dari Muhammad, utusan Allah, ke Musailamah sang pendusta (al-kazzab). Bumi seluruhnya milik Allah. Allah menganugerahkannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Keselamatan hanyalah bagi mereka yang berada di jalan yang lurus.” Rasul menempuh dakwah dengan cara persuasi dan bukan cara kekerasan. Musailamah memang dikutuk sebagai al-Kazzab, tapi keberadaannya tidak dimusnahkan.

    Namun, setelah Nabi wafat, ceritanya jadi lain. Umat Islam yang masih shocked karena ditinggal pemimpinnya berada dalam ancaman disintegrasi. Sejumlah suku Arab menyatakan memisahkan diri dari komunitas Islam di bawah pimpinan khalifah pertama, Abu Bakr al-Shiddiq. Sebagian dari mereka mengangkat nabi baru sebagai pemimpin untuk kelompok mereka sendiri. Musailamah dan sejumlah nabi palsu lain, seperti Al-Aswad dari Yaman dan Tulaikhah bin Khuwailid dari Bani As’ad, menyatakan menolak membayar zakat, suatu tindakan yang pada masa itu melambangkan pembangkangan terhadap pemerintah pusat di Madinah. Abu Bakr lalu melancarkan ekspedisi militer untuk menumpas gerakan pemurtadan oleh para nabi palsu tersebut, yang menurut dia telah merongrong kedaulatan khalifah dan membahayakan kesatuan umat. Perang Abu Bakr ini dikenal sebagai “perang melawan kemurtadan (hurub al-ridda).”

    Tampaknya, “perang melawan kemurtadan” inilah yang diadopsi begitu saja oleh para pelaku kekerasan terhadap Ahmadiyah tanpa disertai pemahaman yang mumpuni terhadap duduk perkaranya. Penyerangan brutal di Banten minggu lalu, yang menewaskan tiga warga Ahmadiyah, secara luas memang telah dikecam bahkan oleh banyak kalangan muslim sendiri, entah dengan alasan menodai citra Islam yang damai, merusak kerukunan beragama, atau melanggar hak asasi kaum minoritas. Tapi bagi para pelaku penyerangan dan yang membenarkannya, seperti FPI, apa yang mereka lakukan semata-mata demi membela Islam dari noda pemurtadan. Jemaah Ahmadiyah dianggap telah murtad karena mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, dan karena itu mesti dikeluarkan secara paksa dari Islam.

    Ironisnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteri Agama, dan pihak-pihak yang mengaku tidak menyetujui anarkisme terhadap Ahmadiyah, yang terus memaksa agar Ahmadiyah menjadi agama baru di luar Islam, sebenarnya juga memakai pendekatan “perang melawan kemurtadan” secara gegabah. Dalam hal ini, perbedaan MUI dan Menteri Agama dengan kaum penyerang Ahmadiyah hanya terletak dalam hal metode, tapi tidak dalam tujuan. Saya sebut ironis karena majelis ulama, yang berlabel “Indonesia” di belakang, ternyata merubuhkan prinsip kebinekaan Indonesia. Ironis karena seorang menteri yang merupakan hasil pemilu demokratis ternyata mempunyai pandangan yang melenceng dari konstitusi demokratis yang menjamin hak setiap warga menjalankan agama sesuai dengan keyakinannya. Yang paling ironis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membiarkan saja semua itu terjadi.

    Lepas dari itu, kalau kita tinjau dari sudut doktrin dan sejarah Islam pun, pemakaian kerangka “perang melawan pemurtadan” untuk menyikapi Ahmadiyah sejatinya sama sekali tak berdasar. Patut diingat, sebutan “perang melawan kemurtadan” bukanlah kreasi Abu Bakr sendiri, melainkan penamaan belakangan dari para sejarawan muslim. Disebut demikian barangkali karena yang diperangi saat itu memang arus pemurtadan yang terkait dengan munculnya sejumlah nabi palsu. Dan gerakan nabi palsu pada masa itu berjalin berkelindan dengan upaya menggembosi kedaulatan kekhalifahan. Penolakan membayar zakat bukan hanya pelanggaran terhadap rukun Islam, tapi juga sebentuk aksi makar. Ini karena, berbeda dengan ibadah salat yang hanya melulu menyangkut hubungan hamba dan Tuhannya, urusan zakat berkaitan dengan negara. Tambahan pula, para nabi palsu tersebut juga membangun kekuatan militernya sendiri. Musailamah, misalnya, menggalang tidak kurang dari 40 ribu anggota pasukan untuk melawan pasukan muslim dalam perang Yamamah, sampai-sampai armada muslim di bawah Khalid bin Walid sempat kewalahan pada awalnya. Karena itu, perang Abu Bakr melawan kemurtadan mesti dibaca sebagai sebuah tindakan yang lebih bersifat politis ketimbang teologis, yakni berhubungan dengan penumpasan terhadap kelompok pemberontak.

    Karena itu, “perang melawan kemurtadan” versi khalifah Abu Bakr tidak bisa begitu saja diterapkan dalam konteks Indonesia sekarang. Taruhlah memang jemaah Ahmadiyah telah murtad karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Tapi bukankah sejauh ini mereka belum pernah membangun kekuatan militer untuk merongrong umat Islam dan pemerintahan yang sah seperti Musailamah pada masa khalifah Abu Bakr? Bukankah sejauh ini warga Ahmadiyah hanya menuntut untuk diberi ruang menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya? Kalau memang begitu, apakah tidak keliru kalau mereka diperlakukan seperti para pemberontak?

    Ditinjau dari perspektif kaidah fiqh “hukum berporos pada alasan”, gerakan pemurtadan oleh para nabi palsu pada masa Abu Bakr memang wajib diperangi, karena saat itu kemurtadan identik dengan pemberontakan yang mengancam kedaulatan khalifah dan integrasi umat. Adapun kalau sekadar murtad saja tanpa dibarengi pemberontakan, hukum yang berlaku tentu tidak sama. Pada titik inilah kita bisa mengacu pada peristiwa korespondensi antara Nabi Muhammad dan Musailamah seperti saya paparkan di awal tulisan.

    Di sinilah pemahaman tentang metodologi hukum Islam mutlak diperlukan dalam melihat pokok soalnya. Tanpa pengetahuan yang mumpuni tentang metodologi hukum Islam, keputusan yang muncul dan tindakan yang diambil mungkin saja tampak sesuai dengan ajaran syariat, tapi bisa jadi esensinya bertentangan dengan maqashid al- syari’ah (tujuan-tujuan syariat) yang lebih bersifat universal, seperti perlindungan terhadap hak-hak dasar manusia.

    Lagi pula, satu-satunya dalil Al-Quran tentang kemurtadan sama sekali tidak menyeru kaum muslim untuk memerangi kaum murtad semata-mata karena kemurtadannya. Simaklah Surat Ali Imran ayat 90. Ayat ini tidak menyinggung soal perlunya menggunakan cara-cara kekerasan dan paksaan terhadap si murtad, karena Tuhanlah yang akan menjadi hakim atas perbuatannya di akhirat nanti.

    Dalam kerangka Qurani semacam inilah kita bisa mengerti kenapa Nabi tidak menghukum Musailamah, yang tanpa tedeng aling-aling mengaku sebagai nabi. Bukan karena beliau mendiamkannya–toh Nabi melabelinya dengan gelar “Al-Kazzab”. Menurut saya, nabi bersikap seperti itu karena, dalam Al-Quran, hukuman terhadap si murtad memang sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah SWT. Nabi Muhammad hanyalah seorang manusia biasa yang bertugas menyampaikan risalah Ilahi. Beliau bukan Tuhan yang turun ke bumi. Itulah sebabnya Al-Quran menegaskan tidak ada paksaan dalam agama.

    Kalau Nabi saja demikian sikapnya, alangkah lancangnya Front Pembela Islam (FPI), MUI, dan Menteri Agama yang merasa punya hak untuk mengambil alih wewenang Tuhan untuk mendaulat diri mereka sebagai hakim atas orang-orang yang dianggap murtad seperti terlihat dalam sikap mereka terhadap jemaah Ahmadiyah. Di sinilah saya kira umat Islam mesti memilih dalam bersikap, mau mengikuti cara-cara FPI, MUI, dan Menteri Agama, atau meneladan sikap Rasulullah.

    *)
    Akhmad Sahal, Kader NU, kandidat PhD Universitas Pennsylvania

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: