Antologi Puisi Pemuda

Menyambut Sumpah Pemuda 2007

Pemuda Malas

Jangan bersikap tawadhu dan rendah hati
‘bila kerendahhatianmu jadi alasan
untuk mundur dari kompetisi
Jangan pernah ingin mengalah
bila hanya
kamuflase untuk bersembunyi
dari kelemahan jiwamu

Bumi ini gelora api yg berkobar
dan debu yg berserak
mendekatlah pada api spirit
nyalakan hati yg lemah
penuhilah kalbumu dg kemarahan
marah karena malas
marah karena tak pernah dewasa
marah karena lemah hati
marah karena tidak marah
melihat kemajuan
sedang kita selalu dalam kemunduran

Menjauhlah dari debu yg berserak
karena debu tak pernah ciptakan sejarah
karena debu adalah sampah
yg selalu diinjak-injak waktu
Tawadhulah di saat kemenangan
karena saat itu
kau bagai sedang berdiri
di antara gunung dan ngarai
terus naik ke puncak berikutnya
atau meluncur ke ngarai yg terjal

Menangislah di saat kalah
karena air matamu akan jadi saksi
bahwa dirimu tak menghendaki kekalahan itu
bahwa dirimu tak ingin jadi serpihan arang
bahwa dirimu juga memimpikan gelora api kemenangan
bahwa dirimu ingin sekali ‘bertobat’
bertobat untuk tidak lagi berkubang
dalam lumpur kemalasan
dalam genangan perilaku tiada guna
dalam lilitan kelemahan jiwa

Pemuda itu cahaya
dan api yg menyala
yg dapat menerangi kegelapan
asa dan harapan
Pemuda itu pelopor
pembawa obor masa depan
penggerak nurani tua yg gersang

Pemuda itu Enerjik
dinamis
gelisah
selalu bergeliat
tak sabar akan waktu yg lambat
marah pada kondisi stagnan
yg tak berubah
karena perubahan bukti harapan
karena kemajuan tanda kedinamisan
karena kediaman adalah kematian
walau jasad bergerak
walau jantung berdegup
tapi jiwamu mati
dan liang kuburmu
adalah dirimu sendiri

OMC, 1 Desember 2004

http://afatih.wordpress.com/2005/10/03/puisi-buat-pemuda-malas/ 

P E M U D A

hayo, bung!
jabat erat tangan kita
pemuda tak datang untuk kalah
tak lahir demi menyerah

jika seribu mimpi telah kita terbitkan menjadi matahari
maka akan ada sejuta pecundang yang ‘kan datang untuk mencuri

jika perompak lari tunggang langgang saat menjarah
itu tandanya babakan lain penjarahan baru bermula

tapi janji hati yang kita selipkan di sela sela malam,
di buku diary dan nyanyian nyanyian
sepi akan menjaganya

kita hanya butuh kata percaya
bahwa darah merah saga
yang kita sediakan untuk cinta
adalah harapan hidup kaum papa
dalam nyanyian keringat nasib yang nestapa:
tiada ini sia sia!

hayo, bung!
jabat erat tangan kita
sebab pemuda tak lapang demi tak rela
lahir tuk jadikan api jaman tetap menyala
dan lahirkan lagi seribu pemuda
sebelum kita pun beranjak menjadi tua
hayo, bung!

http://fppi.blogspot.com/2007/02/puisi-lodzi.html

Pemuda adalah Ibrahim
Yang dengan kampaknya menebas leher paganisme
Yang dengan kekuatan argumentasinya menghancurkan kesombongan sang tiran
Yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat
Kebenaran dibalik rahasia alam semesta
Yang dengan keberaniannya menundukkan panasnya bara api
Yang dengan keteguhan imannya mengarungi sahara tak bertuan
Yang kecintaan kepada Rabb-nya mengalahkan segala sesuatu,
Merelakan semua kemahalan pengorbanan

…………..
Pemuda adalah Musa
Yang dengan tongkatnya meluluhlantakkan keangkuhan kebodohan
Yang dengan keberanian dan keimanannya membelah lautan merah
Yang dengan kekuatannya membunuh sang angkara
Yang dengan ketegasannya menciptakan sistem kepemimpinan
Di tengah kaum yang terpecah belah
Yang dengan bara semangat perjuangannya membebaskan kaum tertindas

…………….
Pemuda adalah Isa
Yang dengan ketulusan kasih sayangnya mencairkan kebekuan hati
Yang dengan kelembutannya menumbuhkan kehidupan
Yang pengorbanan tanpa pamrihnya menyinari
Kegelapan paradigma materialis
Yang kejernihan hatinya menguak segala rahasia kejahatan

……………..
Pemuda adalah Muhammad
Yang didirinya terhimpun segala potensi kebaikan
Yang kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban
Rendah untuk kemudian membangun ketinggian hakikat peradaban kemanusiaan
Yang kecintaan kepada Rabb-nya membuatnya tak peduli apapun yang menimpanya
Yang ketinggian akhlaqnya membuat hormat dan pujian dari seluruh alam
Yang kecintaan kepada ummatnya membuatnya tak tenang istirahat
Yang kezuhudannya telah mengharamkan diri dan keluarganya dari
obsesi gelimang materi
yang ketinggian namanya selalu disebut sampai hari kiamat

………………
Pemuda,
Di pundakmu lah tertumpu berjuta harapan
Di dirimu lah terkumpul potensi keutamaan
Di tanganmu lah terletak penyelesaian permasalahan ummat
Di matamu sinar akan menguak kegelapan
Di perjuanganmu tergantung bangunan ketinggian
Peradaban kemanusiaan

Pemuda,
Raihlah ketinggian
Gapailah kemuliaan
Temukan hakikat kebahagiaan
Tegarkan dirimu menghadang badai
Tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan
Lambungkan jiwamu meninggi
Menembus batas birunya langit….

Karena disanalah akan engkau temui
Rabb-mu yang Maha Tinggi

(Depok, 24 April 1996 Aam )

http://dhimaskasep.wordpress.com/2007/10/25/pemuda-sebuah-puisi/

Tenaga pemuda kalau diasuh,
Pimpin dan didik kotor dibasuh,
Tidaklah ia menjadi lusuh,
Amat berguna menentang musuh.

Tenaga pemuda memang terbilang,
Tenaga yang sedang gilang-gemilang,
Beban yang berat dapat dijulang,
Benda yang jauh dapat dijelang.

Tenaga pemuda tenaga bererti,
Tenaga yang berani menempah mati,
Tidak mengerti erti nanti,
Hanya penuh kemahuan mesti.

Tenaga pemuda mestilah sayang,
Jangan dibiarkan lemah dan goyang,
Di waktu muda tenaga kencang,
Berani sampai berputih tulang.

Tenaga pemuda kalau dijaga
Kelak akhirnya sangat berharga,
Tenaga yang menjadi harapan bangsa,
Gagah berani mempertahankan negara.

http://abuzulfiqar.tripod.com/id27.html

Powered by Qumana


  1. membakar jiwa pemuda saya pak. moga tetap semangat.

  2. Assalamu’alaikum…
    salam kenal.
    Boleh minta puisinya buat dibaca di depan anak2 SMA gak? Boleh ya? Udah terlanjur dicopy neh. He3…

  3. prayudi

    monggo silahkan pak, semoga bermanfaat bagi anak2 SMU

  4. wildan

    Mohon ijinnya, puisi anda saya bacakan di kampus Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang..\

    Teater beta

  5. atin_anyonyet!!!

    hahaha,,,

    blh d copY bwt d pajang di album puisi ku g’???

    blh y”….

    dah terlanjur ku coPy neyh,,,,

    ikhlasin ja y!!!
    hehehehe
    :D :P :)




Leave a Comment