Beranda > Masjid Ittihaad > Tabligh dan NU

Tabligh dan NU


http://warnet.tblog.com/post/1969944454

Jamaah Tabligh dan NU

Siapa sangka markaz Jamaah Tabligh(JT) yang berada di pondok pesantren Al Fatah, temboro magetan. Dulunya adalah pondok pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Dulunya disitu sangat kental dengan tradisi-tradisi NU tapi sekarang telah berubah dengan tradisi-tradisi JT. Bukan hanya ponpes al fatah, sekarang ini banyak ponpes NU tradisional yang bergabung dengan JT.Hal ini merupakan sesuatu fenomena menarik yang perlu di kaji. Bahkan kata sebuah LSM banyak warga NU yang berpindah ke JT Mengapa bisa terjadi begitu???

PETA Warga NU
NU adalah sebuah ormas Islam yang besar di indonesia. Melihat NU adalah melihat kyai dan warganya. Masyarakat NU tidaklah seragam walaupun sama-sama dalam satu ormas. Kita dapat memetakan kehidupan warga NU menjadi tiga kelompok/golongan yaitu:

1. NU Liberal
Orang-orang yang termasuk golongan ini memiliki pemikiran yang liberal, jauh dari pemikiran khittah NU namun mereka tetap mengaku sebagai warga nahdliyin, seperti Ulil abshar abdalla dengan JIL (jaringan islam liberal). Secara pragmatis kita bisa menebak bahwa mereka itu tetap mengaku sebagai warga nahdliyin hanya mendompleng agar pemikiran2nya laku dijual. Karena banyak anak muda Nu yang tersedot kedalamnya.

2. NU politik.
Warga NU yang termasuk golongan ini jelas terlihat dihadapan kita. Karena mereka merupakan pelaku-pelaku politik praktis yang terlibat didalam partai politik. Memang massa nahdliyin yang besar sangat menggiurkan untuk mendapatkan suara untuk meraih kekuasaan. Sayangnya banyak warga NU yang punya syahwat politik besar tidak bisa berkumpul didalam satu wadah partai politik akibatnya mereka tidak bisa memperjuangkan aspirasi warga nahliyin. Banyak warga nahdliyin kecewa dengan oknum NU politik ini yang sibuk bertengkar dan mementingkan diri-sendiri lupa membina, mengurus pondok pesantren, majelis taklim dan pemberdayaan nahdliyin karena fokus pada politik melulu.

3.NU tradisional
Golongan ini sangat kuat memegang khittah NU didalam mengembangkan dakwah islam aswaja (ahlu sunnah waljamaah). Para kyai , ustadz dan warga nahdliyin tradisional ini sangat concern terhadap perkembangan NU sehingga aktivitas mereka murni untuk NU. Para kiyai & ustadz lebih banyak mengurus pesantren, majles taklim dan umat. Mereka tidak tertarik dengan NU liberal dan Nu politik yang mereka anggap mengecewakan dan jauh dari khittah NU.

Tertarik dengan JT
Pondok pesantren al fatah yang sekarang menjadi pusat JT dulunya adalah termasuk dalam golongan NU tradisional. Kyai pondok pesantren al fatah saat ini adalah KH Uzairon . para kyai dan ustadz dulunya sangat berpegang dengan tradisi-tradisi NU. Namun melihat realitas bahwa banyak kyai dan anak muda NU yang meninggalkan tradisi-tradisi NU dan sibuk dengan politik dan pemikiran liberal sehingga menimbulkan kerisauan terhadap dawah islam.

Saat itulah muncul jamaah tabligh yang menawarkan konsep dakwah islam yang sesuai dengan paham aswaja NU dan lebih mengedepankan ukhuwah islamiyah &silahturahmi maka banyak NU tradisional tertarik dan bergabung dengan JT. Bahkan saat ini banyak pondok pesantren-pesantren di jawa timur( seperti di malang selatan, malang kota) yang sudah menjadi JT mungkin bisa disebut NU-JT karena mereka selain berkecimpung dengan dawah lewat pesantren juga melakukan dakwah khuruj fi sabilillah seperti jamaah tabligh. Kita dapat menyimpulkan ketertarikan warga NU tradisional terhadap jamaah tabligh yaitu:

1. JT mengedepankan akhlak baik.
Dakwah JT lebih mengedepankan akhlak . hal ini mirip dengan tradisi NU yang toleran, ramah dan sederhana. Para Nu tradisional melihat karkun jamaah tabligh seperti melihat sahabat nabi atau kyai dahulu.

2. JT memuliakan Kyai
Sekarang ini sangat jarang warga nahdliyin yang bersilahturahmi ke kyai-kyai kecuali ada kepentingan tertentu. Aktivis JT sangat memuliakan dan menghormati kyai-kyai dan para ustadz. Ini bisa kita lihat karena dalam ajaran JT ada ajaran ikramul muslimin. Berbeda dengan warga NU politi & liberal yang hanyasilahturahmi ke kyai klo ada kepentingan politik saja. Bahkan NU liberal banyak menolak ajaran kyai NU tradisional dengan mengatasnamakan otonomi pemikiran dan anti taklid serta banyak juga mereka yang tidak mau masuk pesantren belajar kitab kuning lagi. Sebaliknya aktivis JT malah menyambut baik dan menerima setiap nasehat para kyai Bahkan banyak anak2 para aktivis JT yang dimasukkan ke pesantren-pesantren dan menjadi hafiz quran. Inilah yang membuat ketertarikan NU tradisional kepada JT

3. Dakwah islam militan
Para aktivis JT dikenal sangat militan dalam menyampaikan dawah islam walaupun sedikit ilmunya . sehingga bukan hal aneh kalo JT sekarang ini semakin besar dan bisa meraup pesantren NU dalam dakwahnya. Bahkan pesantren-pesantren NU tradisional yang telah menjadi aktivis JT itu juga berdawah dengan militan. Pesantren al fatah yang dipimpim oleh Gus Uzairon pun juga gencar dalam berdawah. Menurut pengakuan para karkun , Gus uzairon pun berdawah ke kyai-kyai dan ke pesantren-pesantren karena levelnya sama yaitu sama-sama kyai dan pengasuh pesantren.Gus uzairon berdawah ke para kyai dengan akhlak lembut dan mengajak para kyai Nu tradisional untuk menghidupkan sunnah nabi dan silahturahmi. Bahkan adik gus uzairon pun ada yang dikawinkan dengan kyai dari pesantren di malang selatan. Itu menurut pengakuan aktivis JT. Sehingga bukan hal aneh banyak warga NU tradisional tertarik dengan kelemah lembutan dakwah JT.Cepat ato lambat dawah JT akan menjadi da’wah terbesar di jagad Indonesia bahkan Dunia.
Makanya kita tak perlu heran dengan keberadaan JT yang semakin diterima oleh masyarakat indonesia bahkan warga NU tradisional tertarik dengan jamaah JT. Karena dawah sudah menjadi tanggung jawab semua pribadi JT.Namun sangat disayangkan adalah ucapan ahmad baso yang ditulis di islamlib.com yang mencurigai dawah JT sebagai da’wah politik. Menanggapi hal ini warga NU tradisional yang telah disentuh JT menjawab” biarkan realitas yang menjawab, mana yang sibuk berpolitik melupakan masjid dan umat dan yang benar2 ingin memakmurkan masjid?” Demikianlah pandangan penulis terhadap semakin banyaknya warga NU tradisional yang aktif dan bergabung dengan jamaah tabligh. Jamaah tabligh bukanlah ormas tapi sebuah gerakan yang ingin menghdupkan da’wah dan sunnah nabi yang hal ini equal dengan Nu tradisional.

About these ads
Kategori:Masjid Ittihaad
  1. 1 September, 2007 pukul 3:28 pm

    Saya kira, itu syah-syah saja ketika konsep yang ditawarkan adalah sebuah pemahaman yang memang menjadi kerangka gerakan dakwah yang memang diakui oleh kelompok tertentu atau masyarakat tertentu. Karena itu adalah sebuah ide dan gagasan yang memberikan kesadaran progressif yang mengarah kepada kemaslahatan umat. Artinya bahwa budaya yang diakui sudah benar-benar menjadi bias ketika konsep baru yang menawarkan solusi tidak sesuai lagi.

  2. 26 November, 2007 pukul 1:31 am

    Assalaamu’alaykum…

    Sudah menjadi ketetapan Alloh ‘Azza wa Jalla, bahwa Kebahagiaan, Kejayaan dan Kesuksesan Setiap Makhluq. Telah Alloh Subhaanahu wa Ta’aala letakkan dalam ‘Fitrahnya’ masing2.

    Ikan telah Alloh ‘Azza wa Jalla letakkan Kebahagiaan, Kejayaan dan Kesuksesannya dalam Air, begitu juga Makluq yang hidup di darat ad di dalam daratan. Apabila kedua makluq tersebut ingin mencari Kebahagiaan, Kesuksesan dan Kejayaan di luar ‘Fitrah’ maka Pasti dan Pasti akan menemu ‘Kebinasaan’.

    Begitupula Manusia, Hanya dalam perkaran Iman dan Amal Sholih lah letak Kebahagiaan, Kejayaan dan Kesuksesan di Dunia & Akhirat. Apabila kita telaah dalam Al Qur’an, banyak terdapat kisah2 kaum2 terdahulu, yang mana hal itu adalah sebagai pelajaran bagi Ummat Rosulullulloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam.

    Dari mulai Kaum Nabi Nuh ‘Alayhissalaam sampai Nabi Isa ‘Alayhissalaam, dari Mulai Kaum Nabi Nuh yang memuliakan gambar2 orang sholeh lalu sampai menjadikannya sesembahan berhala, kaum ‘Ad yang kuat2 badannya, kaum Tsamud yang ahli pembangunan, kaum Nabi Luth ‘Alayhissalaam yang ‘Homo Seksual’, kaum Madyan yang Ahli perdaganyan, juga Kaum yang terbesar yaitu Kaum Bani Israail. Satu (1) hal yang jelas, Apabila tidak Ta’at kepada Alloh juga kepada ajaran yang di bawaa oleh Nabi & Rosulnya maka yang ad hanyalah ‘Azab di dunia dan juga Akhirat.

    Apabila kita analisa maka ‘KEMAKSIAATAN’ apa yang oleh kaum2 terdahulu di lakukan yang Ummat Akhir zaman sekarang ini tidak di lakukan ??? Jawabannya adalah ; SEMUA ADA, dari mulai Homo Seks, Lesbian, Perdagangan yang tidak Jujur, Pembunuhan, Pemerkosaan, Judi, Minum Khomr sampai Hal yang Basic yaitu Menyekutukan Alloh Subhaanahu wa Ta’aala!!!. Suatu hal yang andaikata bukan karena Keutamaan Ummat Rosululloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam. Maka pasti dan pasti sudah di ‘Azab oleh Alloh ‘Azza wa Jalla, sebagaimana dahulu terjadi pada kaum2 sebelumnya. Na’udzubillah tsumma Na’udzubillaahi min Dzaalik.

    Maka sebagaimana Rosululloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam dan para sahabat2nya, dahulu buat usaha atas agama, yaitu dengan mujahadah meluangkan diri, waktu dan harta untuk kepentingan da’wah ilalloh. Maka hal itu pulalah yang saat ini mesti kita lakukan secara bersama2. 13 Tahun beliau usaha atas tauhid bagaimana memasukkan (Nafi) Keyakinan yang Betul kepada Alloh ‘Azza wa Jalla ke dalam hati2 para pegikut beliau. Sehingga keyakinan2 kepada selain Alloh ‘Azza wa Jalla yaitu Makluq2nya keluar (Isbat) dari dalam hati mereka. Sehingga ketika turun perintah2 agama Sholat, Puasa, Zakat, Haji dan lain sebagainya, para sahabat2 telah mampu mengamalkannya secara sempurna, itulah konsep ‘Sami’na wa Atho’na’ (Kami dengar & Kami Ta’at) bukan Sami’na wa Ashoyna (Kami dengra dan Kami Langgar) atau Sami’na wa Tafakkarna (Kami dengar dan kami fikir2 dulu).

    Mereka (para sahabat) yakin bahwa letak Kejayaan, kebahagiaan dan kesuksesan itu bukanlah pada Kekuasaan, Pangkat, Jabatan, Harta dan lain sebagainya. Tetapi letak hal2 itu hanya ada dalam Iman yang Shohih dan Janji2 Alloh ‘Azza wa Jalla dalam ‘Amal Agama yang di bawa oleh Rosululloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam.

    Nah itulah usaha yang dilakukan oleh saudara2 muslim kita yang kita banyak sebut dengan JT (Jama’ah Tabligh) yang mana di beberapa daerah pun sebutannya lain (Jama’ah Kebun Jeruk, Jaulah, Khuruj, dll) sampai di negeri Jiran dan negara2 di dunia (Tableeghy Jema’at).

    Usaha ini (Da’wah wa Tabligh) saya lebih suka menyebutnya begini karena dari awal usaha ini di mulai oleh ‘Ulama Besar yang garis keturunannya sampai kepada Sahabat Abu Bakar Ashshiddiq Radiyalloohu Ta’aala ‘Anhu yaitu Syaikh Maulana Ilyas al-Khandlawi Rahimahulloh, adalah tidak pernah di berikan nama. Karena usaha ini Murni menghidupkan kembali Usaha da’wah (Mengajak) & Tabligh (Menyampaikan) dengan meluangkan Diri, Waktu & Harta (Untuk keperluan perbekalan pribadi), sebagai mana yang terdapat dalam perintah Alloh dalam al-Qur’an juga di amalkan oleh Rosululloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam dan Para Sahabat2nya Radiyalloohu Ajma’iyn.
    8-) Akan sangat2 panjang apabila saya terangkan di sini, belum lagi Dalil2 dan juga Arahan2 / Tertib2 dalam usaha ini yang diberikan oleh ‘Ulama2 yang sudah lama dalam usaha mulia ini. Untuk itu bagi Ikhwah yang berniat ingin Tabayyun lebih dalam lagi, maka silahkan mendatangi Markaz Da’wah di Mesjid Jami’ Kebun Jeruk Jakarta, di daerah Jl. Hayam Wuruk Jakarta Pusat. Atau mendatangi markaz2 da’wah di setiap daerah, dan bisa menjumpai ‘Ulama2 yang sudah ikut ambil bagian dalam usaha ini atau bertanya kepada Syuro2 (Ahli Musyawarah) atau Zumidar2 (Penanggung Jawab) markaz da’wah setiap daerah.

    Sekian sekilas gambaran yang sangat2 singkat dari saya, saya pun masih belajar dan banyak kekurangan.

    Wassalaamu’alaykum..

  3. 26 November, 2007 pukul 2:08 am

    Assalaamu’alaykum…

    Sudah menjadi ketetapan Alloh ‘Azza wa Jalla, bahwa Kebahagiaan, Kejayaan dan Kesuksesan Setiap Makhluq. Telah Alloh Subhaanahu wa Ta’aala letakkan dalam ‘Fitrahnya’ masing2.

    Ikan telah Alloh ‘Azza wa Jalla letakkan Kebahagiaan, Kejayaan dan Kesuksesannya dalam Air, begitu juga Makluq yang hidup di darat ad di dalam daratan. Apabila kedua makluq tersebut ingin mencari Kebahagiaan, Kesuksesan dan Kejayaan di luar ‘Fitrah’ maka Pasti dan Pasti akan menemu ‘Kebinasaan’.

    Begitupula Manusia, Hanya dalam perkaran Iman dan Amal Sholih lah letak Kebahagiaan, Kejayaan dan Kesuksesan di Dunia & Akhirat. Apabila kita telaah dalam Al Qur’an, banyak terdapat kisah2 kaum2 terdahulu, yang mana hal itu adalah sebagai pelajaran bagi Ummat Rosulullulloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam.

    Dari mulai Kaum Nabi Nuh ‘Alayhissalaam sampai Nabi Isa ‘Alayhissalaam, dari Mulai Kaum Nabi Nuh yang memuliakan gambar2 orang sholeh lalu sampai menjadikannya sesembahan berhala, kaum ‘Ad yang kuat2 badannya, kaum Tsamud yang ahli pembangunan, kaum Nabi Luth ‘Alayhissalaam yang ‘Homo Seksual’, kaum Madyan yang Ahli perdaganyan, juga Kaum yang terbesar yaitu Kaum Bani Israail. Satu (1) hal yang jelas, Apabila tidak Ta’at kepada Alloh juga kepada ajaran yang di bawaa oleh Nabi & Rosulnya maka yang ad hanyalah ‘Azab di dunia dan juga Akhirat.

    Apabila kita analisa maka ‘KEMAKSIAATAN’ apa yang oleh kaum2 terdahulu di lakukan yang Ummat Akhir zaman sekarang ini tidak di lakukan ??? Jawabannya adalah ; SEMUA ADA, dari mulai Homo Seks, Lesbian, Perdagangan yang tidak Jujur, Pembunuhan, Pemerkosaan, Judi, Minum Khomr sampai Hal yang Basic yaitu Menyekutukan Alloh Subhaanahu wa Ta’aala!!!. Suatu hal yang andaikata bukan karena Keutamaan Ummat Rosululloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam. Maka pasti dan pasti sudah di ‘Azab oleh Alloh ‘Azza wa Jalla, sebagaimana dahulu terjadi pada kaum2 sebelumnya. Na’udzubillah tsumma Na’udzubillaahi min Dzaalik.

    Maka sebagaimana Rosululloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam dan para sahabat2nya, dahulu buat usaha atas agama, yaitu dengan mujahadah meluangkan diri, waktu dan harta untuk kepentingan da’wah ilalloh. Maka hal itu pulalah yang saat ini mesti kita lakukan secara bersama2. 13 Tahun beliau usaha atas tauhid bagaimana memasukkan (Nafi) Keyakinan yang Betul kepada Alloh ‘Azza wa Jalla ke dalam hati2 para pegikut beliau. Sehingga keyakinan2 kepada selain Alloh ‘Azza wa Jalla yaitu Makluq2nya keluar (Isbat) dari dalam hati mereka. Sehingga ketika turun perintah2 agama Sholat, Puasa, Zakat, Haji dan lain sebagainya, para sahabat2 telah mampu mengamalkannya secara sempurna, itulah konsep ‘Sami’na wa Atho’na’ (Kami dengar & Kami Ta’at) bukan Sami’na wa Ashoyna (Kami dengar dan Kami Langgar) atau Sami’na wa Tafakkarna (Kami dengar dan kami fikir2 dulu).

    Mereka (para sahabat) yakin bahwa letak Kejayaan, kebahagiaan dan kesuksesan itu bukanlah pada Kekuasaan, Pangkat, Jabatan, Harta dan lain sebagainya. Karena jika Alloh Subhaanahu wa Ta’aala letakkan pada hal2 tadi maka Raja Fir’aun La’natulloh ‘Alayh, Hamman (perdana menteri Fir’aun) La’natulloh ‘Alayh, Qorun La’natulloh ‘Alayh, Raja Namrud La’natulloh ‘Alayh, Abu Jahal La’natulloh ‘Alayh, Kaum Rum & Persi, maka mereka2 itulah yang bahagia, sukses & berjaya dunia akhirat. Tetapi letak hal2 itu hanya ada dalam Iman yang Shohih dan Janji2 Alloh ‘Azza wa Jalla dalam ‘Amal Agama yang di bawa oleh Rosululloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam.

    Nah itulah usaha yang dilakukan oleh saudara2 muslim kita yang kita banyak sebut dengan JT (Jama’ah Tabligh) yang mana di beberapa daerah pun sebutannya lain (Jama’ah Kebun Jeruk, Jaulah, Khuruj, dll) sampai di negeri Jiran dan negara2 di dunia (Tableeghy Jema’at). Yaitu bagaimana menanamkan Yakin kepada Janji Alloh dalam setiap ‘Amal sholih bukan yakin dengan Kekuasaan, Harta, Jabatan maupun hal lainnya. Juga bagaimana membuat Suasana (Mahol) Agama di tengah2 Suasa ‘Lautan’ Maksiat saat ini.

    Usaha ini (Da’wah wa Tabligh) saya lebih suka menyebutnya begini karena dari awal usaha ini di mulai oleh ‘Ulama Besar yang garis keturunannya sampai kepada Sahabat Abu Bakar Ashshiddiq Radiyalloohu Ta’aala ‘Anhu yaitu Syaikh Maulana Ilyas al-Khandlawi Rahimahulloh, adalah tidak pernah di berikan nama. Karena usaha ini Murni menghidupkan kembali Usaha da’wah (Mengajak) & Tabligh (Menyampaikan) dengan meluangkan Diri, Waktu & Harta (Untuk keperluan perbekalan pribadi), sebagai mana yang terdapat dalam perintah Alloh dalam al-Qur’an juga di amalkan oleh Rosululloh Shallolloohu ‘Alayhi wa Sallam dan Para Sahabat2nya Radiyalloohu Ajma’iyn.
    8-) Akan sangat2 panjang apabila saya terangkan di sini, belum lagi Dalil2 dan juga Arahan2 / Tertib2 dalam usaha ini yang diberikan oleh ‘Ulama2 yang sudah lama dalam usaha mulia ini. Untuk itu bagi Ikhwah yang berniat ingin Tabayyun lebih dalam lagi, maka silahkan mendatangi Markaz Da’wah di Mesjid Jami’ Kebun Jeruk Jakarta, di daerah Jl. Hayam Wuruk Jakarta Pusat. Atau mendatangi markaz2 da’wah di setiap daerah, dan bisa menjumpai ‘Ulama2 yang sudah ikut ambil bagian dalam usaha ini atau bertanya kepada Syuro2 (Ahli Musyawarah) atau Zumidar2 (Penanggung Jawab) markaz da’wah setiap daerah.

    Sekian sekilas gambaran yang sangat2 singkat dari saya, saya pun masih belajar dan banyak kekurangan.

    Wassalaamu’alaykum..

  4. aBDILLAH
    4 Maret, 2008 pukul 8:24 am

    Insya Allah 4 bulan……

  5. 18 Maret, 2008 pukul 3:42 am

    mdh2an Alloh kekal kan kita dalam usaha da’wah.halaqoh kerinci

  6. 9 Juni, 2008 pukul 2:37 am

    @@@mdh2an Alloh kekal kan kita dalam usaha da’wah.halaqoh kerinci

    maksudnya? memangnya Allah tidak kekal?

  7. rkn2003
    6 November, 2008 pukul 6:19 am

    Assalammua’alaykum
    insya Allah akan ada pertemuan umat islam se dunia, bulan juli 2009. tempatnya masih direncanakan jadi siap-siap untuk datang ya, mohon diagendakan dan mohon diberitahukan kepada orang mempunyai kalimat laailaahaillallaah muhammadurrasulullah. kalau tanya yang bikin acara dari mana ? aku jawab bukan dari golongan manapun cukup dengan nama ISLAM, mohon maaf karena memang nggak bikin nama lain cukup ISLAM. dananya juga darimana saya juga nggak tahu, yang jelas ada segolongan kaum muslimin yang rela menginfkkan hartanya yang jelas bukan dari organisasi, partai atau yang lainnya. maksud tujuan sebagaimana Rasulullaah SAW ketika mengadakan majelis agama, yaitu yang hadir disini menyampaikan kepada yang belum hadir disini.
    Wassalammu’alaykum

  8. ummi khadijah
    6 November, 2008 pukul 8:18 am

    insya Allah, ana tetap mensupport suami ana untuk khuruj, biar ana ikut mendapat pahala Surga.
    inilah enaknya jadi istri karkun. Suami khuruj, istri dan anak-anak pasti dan pasti dijaga oleh Allah.
    Hanya Allah dan untuk Allah semua amal ibadah kita, amien ya robbal’alamin

  9. 18 Januari, 2009 pukul 11:50 pm

    saya mahasiswa UIN Malang, saya sangat senang sekali dengan aktifitas jamaah tabligh. da’wahnya murni karena Allah dan bukan karena golongan tertentu. Saya yakin, semua orang dari semua kalangan akan mengetahui indahnya kebersamaan dan persahabatan jika ia mengenal jamaah tabligh. saya dulu juga curiga dengan jamaah ini, akan tetapi setelah saya kenal dengan orang-orang jamaah tabligh, saya tahu bahwa mereka mempunyai satu misi, yakni mendapat hidayah dari Allah SWT. saya dukung jamaah tabligh.

  10. Wong Bejo
    13 Juni, 2010 pukul 11:39 am

    MasyaAllah, sekilas katrok n ndeso, tapi begitu masuk saling sapa kita akan terpukau, terkesima, takjub dengan tamsil-tamsil yang indah-indah. Semua adrenalin jadi terasa bersinar hangat dan rindu dengan kasih sayang Sang Pencipta Manusia.
    Tentu kita juga kangen dengan kanjeng Rasul SAW yang telah berjuang menyampaikan keindahan ini kepada kita semua.

    Sungguh indah, indah dan subhanallah indah sekali hidup ini…

    • 27 September, 2010 pukul 6:04 am

      MASYA ALLAH JAMAAH TABLIGH BUKANLAH ORMAS TETAPI GERAKAN UNTUK MENGHIDUPKAN SUNNAH RASULULLAH . BERDA’WAH DGN IKHLAS SEMATA MATA MENCARI KERIDHOOAN ALLAH..AWALNYA SAYA CURIGA TETAPI STELAH SAYA TELUSURI TERNYATA TDKLAH DEMIKIAN MEREKA TDK TERSENTUH OLEH POLITIK2, MURNI BERDA’WAH UNTUK PERBAIKAN DIRI ( ISLAH ) BR KEMUDIAN MENGAJAK SESAMA MUSLIM UNTUK SALING MENGINGATKAN KEJALAN YG BENAR ISLAM KAFFAH ENTAH ITU PREMAN,PEJABAT,PETANI,PENGUSAHA DAN SEMUA HARUS SALING MENGAJAK DAN MENGINGATKAN ..SUNGGUH MULIA USAHA INI..INSYA ALLAH PELAKU USAHA INI AKAN DIBERIKAN KEKUATAN SELALU OLEH ALLAH SWT.

  11. 16 September, 2010 pukul 2:39 am

    saya salut dengan gaya tulisan Anda. Netral. tidak memihak, Sangat langka orang seperti antum. Keep posting

  12. 23 September, 2010 pukul 3:15 pm

    tapi tetap harus ingat bahwa dunia juga harus dipikirkan, aktivis JT yang meninggalkan anak istri sampai terlantar juga mencoreng dakwah JT. Saya sendiri seorang JT, tp saya tetap kuliah sampai selesai, membagi waktu dengan pekerjaan dan keluarga, bisa membayar zakat mal (insyaallah), dan semoga karkun sekalian juga tidak melupakan dunia karena dunia merupakan salah satu tangga untuk menapak akhirat, kalau di dunia saja sudah celaka apalagi di akhirat, waallahualam…

  13. abu faura
    12 Desember, 2010 pukul 5:12 pm

    Alloh Qobul Farmahe

  14. HADI SUTOMO
    26 Maret, 2011 pukul 7:15 am

    biarkan anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.dakwah jalan terus untuk perbaiki diri,selamatkan umat dengan bantuan ALLAH ari pada sibuk mencari kekurangan orang lain,ayo kembali bangkit para pekerja da,wah yang sedang tidur

  15. Anonymous
    7 Agustus, 2012 pukul 7:29 am

    Mengapa orang – orang seperti jamah tablig di katakan sesat oleh sebagian ulama,padahal mereka menyampaikan dakwah tanpa meminta balasan amplop atau balasan yang lain…

  16. 11 Agustus, 2013 pukul 1:46 am

    saya sangat tertarik , dengan JT, sya baru pindah dan tinggal di malang, tolong diberikan alamat markaz malang yang bisa saya datangi.(jujur saya baru belajar mengenal Islam setelah usia lanjut).
    saya mendapat tauziah dari salah seorang dari JT ketika melakukan sholat ahsyar di merauke.yang mereka tuturkan adalah untuk kebaikan umat, apalagi seperti saya yang sedang belajar…

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: