Beranda > Dunia Kampus > Paradigma Baru Pendidikan

Paradigma Baru Pendidikan


Perkembangan yang pesat dari teknologi informasi telah banyak mengubah paradigma pendidikan. Dalam hal ini guru dan dosen turut juga berubah peran. Kalau dulu mereka adalah sebagai sumber ilmu, maka sekarang berubah menjadi fasilitator dan mediator untuk akses ilmu.

Secara umum teknologi informasi telah mengubah paradigma pendidikan. Dalam hal ini terdapat dua konteks perubahan paradigma baru pendidikan berbasis teknologi informasi. Pertama adalah yang terkait dengan pengajarannya dan kedua terkait dengan manajemen pendidikannya.

Pengajaran berbasis teknologi informasi memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • dari instruksi yang terpusat pada guru –>  instruksi terpusat pada siswa
  • dari stimulasi single -sense –> stimulasi multisensory
  • dari pengembangan single path –> pengembangan multi path
  • dari single media –> multimedia
  • dari isolasi –> kolaborasi
  • dari informasi sepihak –> pertukaran informasi
  • dari belajar pasif –> belajar aktif
  • dari sifat faktual –> berfikir kritis
  • dari pengetahuan –> pengambilan keputusan
  • dari respon reaktif –> proaktif dan tindakan terencana
  • dari konteks artificial –> konteks dunia nyata

Selain model pembelajaran, teknologi informasi juga telah mengubah paradigma dalam hal manajemen pendidikan. Terdapat beberapa karakteristik perubahan paradigma baru manajemen pendidikan, yaitu :

  • dari belajar sekali seumur hidup –> pembelajar seumur hidup
  • dari menara gading –> pasar yang kompetitif
  • dari sekolah single mode –> sekolah multiple mode
  • dari sekolah  berlingkup melebar –> sekolah dengan profil khas/spesifik
  • dari sekolah isolatif –> sekolah kooperatif
  • dari kurikulum single faculty –> kurikulum inter faculty
  • dari broad basic studies –> just in time basic studies
  • dari lulusan berorientasi kurikulum –> sertifikasi ilmu pengetahuan
  • dari pembelajaran beroriantasi termin –> learning on demand
  • dari kurikulum linear –> ruang pembelajaran

Dua perubahan paradigma baru pendidikan diatas tentunya juga akan mengubah konteks dan konsep pendidikan.  Implementasi kedua perubahan paradigma tersebut  harus disikapi lewat upaya sebagai berikut :

  1. Sistem pendidikan harus berorientasi pada ” muatan lokal namun orientasi global”
  2. Konten dan kurikulum harus berbasis pada pendiptaan kompetensi siswa (baik secara kognitif, afektif ataupun psikomotorik)
  3. Proses pembelajaran harus berorientasi  pada pemecahan riil dalam kehidupan (problem based learning).
  4. Teknologi informasi harus dioptimalkan guna menciptakan jejaring pendidikan antar sekolah atau lembaga pendidikan lainnya.
  5. Individu yang terlibat dalam proses pendidikan harus memiliki kemampuan multidimensi agar bisa mengoptimalkan multi-intelejensia peserta didik.
  6. Manajemen sekolah harus terpadu secara administrasi maupun akademis
  7. Kebijakan keuangan harus bersifat otonom dengan memanfaatkan kemampuan potensi lokal.
About these ads
Kategori:Dunia Kampus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: