Yusuf Yudi Prayudi

Catatan Kecil Abi nya Rahman

Archive for April, 2007

Reach The Top

Posted by prayudi on 30 April, 2007

Menurut psikolog Zig Ziglar dalam bukunya ” You can reach the top”, menyebutkan bahwa anda akan selalu berada di puncak sukses bila :

  • Anda bersahabat dengan masa lalu, terfokus pada masa sekarang dan optimis dengan tentang masa depan.
  • Anda bersahabat dengan penderitaan dan kesusahan yang telah anda alami dan telah dikasihi dan dihormati oleh oleh mereka yang paling mengenal anda.
  • Anda dipenuhi dengan keimanan, harapan dan kasih serta hidup tanpa amarah, ketamakan, rasa bersalah, iri hati atau keinginan menuntut balas.
  • Anda tahu bahwa kegagalan membela sesuatu yang benar secara moral adalah awal dari menjadi korban apa yang salah secara kriminal.
  • Anda cukup matang menunda kepuasan dan mengalihkan fokus dari hak anda ke tanggung jawab anda.
  • Anda kasihi mereka yang tidak pantas dikasihi, dan memberi harapan pada mereka yang tidak memiliki harapan, bersahabat dengan mereka yang kesepian serta memberi dorongan mereka yang putus asa.
  • Anda tahu bahwa sukses tidak membuat anda sombong dan kegagalan tidak membuat anda hancur.
  • Anda berdamai dengan Tuhan dan sesama.
  • Dengan jelas anda pahami bahwa kegagalan adalah suatu peristiwa, bukan seseorang, bahwa kemarin telah berakhir semalam dan hari ini adalah hari baru anda.
  • Anda tahu bahwa barang siapa yang ingin menjadi yang terbesar, ia harus menjadi pelayan semua orang.
  • Anda bersikap menyenagkan pada yang marah, sopan pada yang kasar, dan murah hati pada yang kekurangan karena anda tahu manfaat jangka panjang dari memberi.
  • Anda kenali, akui, kembangkan dan gunakan kemampuan fisik, mental dan spiritual karunia Tuhan demi kemulianNya dan demi kebaikan umat manusia.

Posted in Renungan | No Comments »

Carrefour dan Madani

Posted by prayudi on 29 April, 2007

Harga-harga barang yang sifatnya psikologis sebagaimana yang disebutkan oleh kawan saya, pak Taufik Hidayat (http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/04/harga-harga-psikologis.html), ternyata ada solusinya yang cukup elegan. Beberapa hari yang lalu saya pergi belanja sesuatu ke Carrefour Ratu Plaza Jakarta. Setelah belanja secukupnya, kemudian saya ke kasir. Sambil menunggu giliran, maka saya coba lirik ke kiri dan ke kanan, rupanya ada sebuah banner tegak yang menginformasikan kebijakan rounding pada setiap total pembayaran di Carrefour. Disitu disebutkan sebelum keluar angka yang harus dibayar, maka total pembelian akan dikenakan rounding (pembulatan) ke ratusan terdekat dibawahnya. Jadi angka 1945 akan dibulatkan ke 1900, demikian juga dengan 1970 juga akan dibulatkan ke 1900.

Setelah sampai di kasir, saya bayar semua total belanja saya. Setelah itu kemudian saya perhatikan struk pembayarannya, ternyata memang betul, total belanja saya adalah Rp.45940 dan yang saya bayar adalah Rp.45.900. Sebuah kebijakan sangat simpatik, kebijakan yang tidak merugikan konsumen.

Sementara itu didekat tempat tinggal saya, terdapat sebuah mini market, namanya Madani. Kebijakan di mini market ini malah berbeda, yaitu membulatkan ke atas terhadap semua total tagihan yang sifatnya puluhan. Namun demikian, disamping kasir, terpampang sebuah pengumuman tentang total dana yang didapat hasil pembulatan selama sebulan. Kemudian disebutkan pula kemana dana tersebut telah disalurkan. Dalam hal ini fihak mini market memahami bahwa sebanarnya dibalik biaya pembulatan yang selama ini dibayarkan oleh konsumennya hakekatnya adalah bukan hak mereka, namun hak konsumen. Dan walaupun setengah terpaksa, konsumen pada prinsipnya juga tidak dirugikan karena kelebihan pembayarannya digunakan kepentingan umum.

Dua model berbeda terhadap solusi harga-harga psikologis, barangkali ada banyak pendekatan lain, yang jelas memang hak konsumen jangan sampai diabaikan bahwa dibalik harga psikologis tersebut seharusnya juga dijaga sistem muamalah yang baik.

Posted in Umum | 1 Comment »

Diri Kita

Posted by prayudi on 29 April, 2007

Ali Ra. berkata : ” Jadilah engkau orang yang paling bagus menurut Allah swt dan yang paling jelek di matamu sendiri dan jadilah yang sewajarnya di mata orang lain“.

Sementara itu Syech Abdul Qodir Al Jailani berkata sbb :

“Apabila engkau menjumpai seseorang yang lebih utama darimu, maka berucaplah : dihadapan Allah ia lebih bagus daripadaku dan lebih tinggi derajatnya. Jika orang itu lebih kecil, maka ucapkanlah : anak ini belum durhaka pada Allah, namun aku sudah, maka jelas orang ini lebih mulia daripadaku. Jika orang itu besar, maka ucapkanlah : orang ini sudah lebih lama mengabdi pada Allah jauh sebelum aku ada di dunia ini. Jika ketemu dengan orang alim, maka ucapkanlah : orang ini dianugrahi ilmu yang belum aku ketahui dan mencapai sesuatu yang belum aku capai dan dia telah berbuat atas dasar ilmunya. Jika orang itu bodoh, maka ucapkanlah : orang ini durhaka pada Allah karena belum tahu, sedangkan aku mendurharkaiNya dalam keadaan sudah tahu, dan akupun tak tahu bagaimana akhir hayatku dan akhir hayatnya. Jika orang itu kafir, maka ucapkanlah : saya tidak tahu pasti, boleh jadi dia masuk islam dan mati khusnul khatimah, bisa jadi juga diriku yang kafir dan mati suul khatimah.

Maka senantiasa pandanglah dengan benar bagaimana diri kita di mata Allah, diri kita dimata orang lain dan diri kita dimata kita sendiri.

Posted in Renungan | No Comments »

Adam Air … Yang Tercecer dari Musibah (1)

Posted by prayudi on 29 April, 2007

Tulisan ini adalah arsip dalam inbox email saya yang sempat beredar dalam sejumlah milis sekitar pertengahan februari 2007. Saya kira banyak juga yang belum membacanya, maka ada baiknya di simpan di blog ini agar juga bisa dibaca yang lain. Sebenarnya ada juga tulisan kontra-nya, yaitu tanggapan atas tulisan Canny dibawah ini. Namun arsipnya rupanya sudah ter-delete dari inbox saya.

ADAM AIR TIDAK MELEDAK DIUDARA

(Analisis Ilmiah)

canny.jpg

Oleh Canny Watae (Warga biasa yang tinggal di Makasar)

Saya tergerak untuk beranalisis mengingat semua analisis yang terpublikasi sejak kasus Adam Air ini terjadi belum ada yang menyertakan detil geografis, dalam artian mencocokkan informasi-informasi koordinat Lintang dan Bujur dengan kondisi alam yang mendekati riil di lapangan. Juga, belum ada yang berusaha memasukkan kesaksian-kesaksian warga secara runut. Saya masih percaya kalau warga pedesaan kita cukup jujur. Orang-orang yang kelewat pintar saja yang salah mengambil kesimpulan dari kesaksian mereka.

Penemuan Tail Horizontal Stabilizer oleh nelayan Bakri di pantai Mallusetasi Kab. Barru memang penemuan yang sangat penting. Tetapi, sejauh ini belum ada yang berteriak “Eureka!”, seperti yang dilakukan Archimedes beberapa ribu tahun yang lalu ketika menemukan hukum berat jenis benda. Bagi saya, yang iseng-iseng “mencari ” pesawat nahas dengan nomor penerbangan KI-574 via layar komputer, temuan Pak Bakri memacu urat spontan saya berteriak Eureka !

Cross-wind 74 knot (130 km/jam) yang menimpa KI-574 seperti yang disampaikan Menhub Hatta Radjasa (Fajar, 5/1), plus kecepatan jelajah pesawat (Cruising Speed) 600-700 km/jam menghasilkan resultan gaya yang cukup besar. Jika arah KI-574 adalah jam 12, maka Cross-wind ini datang dari arah jam 3 (menuju jam 9). Terjadi resultan sebesar antara akar kuadrat dari 600 kuadrat plus 130 kuadrat ( 613 km/jam) dan 700 kuadrat plus 130 kuadrat ( 712 km/jam) dengan arah vektor sekitar jam 11. Arah pesawat bergeser. Fakta menunjukkan pesawat bergeser, Kokpit Adam Air KI-574 sempat meminta ATC Makassar memandunya karena pesawat berubah arah akibat dorongan angin. Dari posisi heading timur-laut, bergeser ke utara. Kemudian oleh ATC Makassar pesawat diminta kembali ke heading semula. Ketika pilot kembali heading timur laut dari posisi heading utara, pesawat bukan lagi kena cross-wind melainkan parallel-wind arah berlawanan. Arah vektor kecepatan pesawat nyaris berlawanan dengan arah angin. Resultan kecepatan pesawat terhadap angin adalah minimal 600 + 130 = 730 km/jam, dan maksimal 700 + 130 = 830 km/jam! Pengecekan saya pada alamat web http://uk.flyasiana .com/travelplann er/travelplanner _aircrafts. asp menunjukkan bahwa kecepatan jelajah maksimum B737-400 adalah 790 km/jam! My God,…. besar kemungkinan gerak relatif KI-574 terhadap angin lebih besar dari pada kecepatan maksimum yang diizinkan.

Tail Horizontal Stabilizer bisa saja menjadi komponen yang paling bekerja keras ketika KI-574 mencapai kecepatan jelajah maksimumnya. Apa tah lagi kondisi udara yang ditembus tidak karu-karuan. Mengapa Tail Horizontal Stabilizer kanan yang lepas? Karena dia-lah yang mengalami masa papar cross-wind hingga parallel-wind terlama. Angin cross sebelumnya datang dari arah kanan. Komponen ini terpental ke arah kiri, ke arah badan pesawat, yang memungkinkan badan pesawat sobek lalu berlubang. Perbedaan tekanan antara kabin dan atmosfer pada ketinggian di atas 30.000 kaki menimbulkan efek hisap yang sangat kuat. Tatakan meja, sandaran jok, life-vest (pelampung), fiber penutup bagasi kabin, isi bagasi kabin, tas, bungkusan makanan, video-monitor di kabin penumpang, semuanya tersedot keluar. Fakta menunjukkan barang-barang tersebut sudah ditemukan para nelayan di perairan Barru dan Pangkep. Penumpang saya perkirakan sedang memakai seat-belt karena sedari awal cuaca jelek. Tidak ada penumpang yang tersedot ke atmosfer! Bakalan tidak ada pula jenazah yang ditemukan di perairan yang membentang sepanjang jazirah Sulawesi Selatan (Pinrang, Parepare, Barru, Pangep, Maros, dan Makassar ). Fakta menunjukkan belum ada jenazah dari Adam Air KI-574 yang ditemukan di perairan ini.

Karena kebocoran kabin, pilot berusaha menurunkan ketinggian pesawat sesegera mungkin. Demi penumpang, ia berusaha terbang pada ketinggian yang memungkinkan penumpang bernapas tanpa alat bantu. Penurunan ketinggian yang mendadak ini menimbulkan efek sentakan pada bodi pesawat, mungkin mencapai minus 3G yang memicu trigger ELBA . Penurunan ketinggian ini juga membuat KI-574 tidak bisa terpantau radar. Fakta menunjukkan KI-574 hilang dari pantauan radar ATC Makassar.

Dalam kondisi terbang rendah, sekitar 8000 kaki atau di bawahnya, pesawat terus berusaha mengarah ke Manado (timur-laut) . Pesawat melintasi perairan Pinrang/Polewali? Majene, lalu daratan Enrekang, kemudian sampai di atas Tana Toraja. Fakta menunjukkan Saul Palulungan (57 tahun) mendengar suara pesawat (Fajar, 5/1). Di Tana Toraja pilot melakukan manuver tajam ke kiri. Di kiri pesawat ada Bandara Pongtiku, kawasan Rante Tayo, kurang lebih 10 Km dari Makale. Sementara di kanan pesawat adalah Bulu (Gunung) Rante Kombala dan Bulu Rante Mario. Dalam keadaan kehilangan Tail Horizontal Stabilizer (belakangan juga beberapa bagian sayap kanan yang ditemukan di perairan Pinrang, mungkin Aileron yang bertanggung jawab pada gaya angkat pesawat), manuver pesawat sangat berat dan menimbulkan hentakan. Hentakan ini men-trig aktivasi sinyal ELBA . Fakta menunjukkan RCC Singapura sempat menangkap sinyal ELBA pada lokasi ini (Fajar, 3/1).

Usaha mendarat darurat di Bandara Pongtiku gagal. Pesawat susah dikendalikan untuk manuver-manuver halus mengingat salah satu Tail Stabilizer Horizontal, belakangan juga sayap kanan, rusak. Ces-pleng, Bandara Pongtiku berada di daerah perbukitan sebagaimana lazimnya kontur Tana Toraja.

Pilot memutuskan untuk lurus, sebab pada arah lurus ini ada bandara Tampa Padang , Mamuju, Sulawesi Barat.
Dalam lintasan menuju Bandara Tampa Padang, KI-574 harus bermanuver melewati pegunungan, termasuk kawasan Matangnga. Banyak kesaksian warga yang menyatakan mendengar suara gemuruh dan ledakan sepanjang lintasan Toraja ? Mamuju ini. Termasuk di antaranya Abu Haris yang kemudian di-cap berbohong. Padahal, ia sendiri tidak pernah menyatakan ada pesawat jatuh. Pernyataannya adalah “ada suara pesawat”.

Di lepas pantai Mamuju, nelayan Baharuddin bersaksi pada Danlantamal VI Makassar bahwa ia melihat pesawat berbadan biru laut melintas dari arah bandara Tampa Padang. Fakta menunjukkan bahwa warna pesawat Adam Air KI-574 bukanlah Oranye seperti lazimnya dalam display-display promosi Adam Air. Warnanya putih (Fajar, foto headline, 12/1). Warna biru laut yang dilihat Baharuddin sangat mungkin akibat pantulan air laut. Pesawat lagi-lagi tak berhasil mendarat di bandara alternatif. Tepat di atas kepala Baharuddin, pesawat belok kiri ke arah daratan Sulawesi . Jika kita memperhatikan peta rupa bumi, tampak bahwa daratan Sulawesi di depan KI-574 adalah pegunungan. Masuk akal ketika Baharuddin mengatakan pesawat kembali ke arah laut. Pesawat menghindari tabrakan dengan gunung. Pilot memilih ditching (mendarat di laut).
Posisi deteksi sonar KRI Fatahillah adalah 02.35.18 LS, 118.48.36 BT. Jarak antara Saksi Baharuddin dan posisi Sonar ini kurang lebih 12,5 KM. Artinya dengan asumsi tinggi mata saksi dari permukaan laut 2m, maka posisi di mana KRI Fatahillah mendeteksi adanya logam bulat, sudah tidak terjangkau lagi oleh Baharuddin. Posisi itu tertutup garis horizon jika dipandang dari tempat saksi berdiri. Saksi sendiri mengaku tidak melihat apakah pesawat tersebut jatuh atau tidak. Yang ada hanya terdengarnya suara gemuruh dan bunyi ledakan. Karena kecepatan suara adalah 340 m/detik, maka ledakan itu terjadi 12.500 / 340 = 37 detik sebelumnya. Antara posisi Saksi dan saat pesawat berbalik arah ke laut jaraknya 3 nm, dan dari posisi balik arah ini ke Sonar KRI Fatahillah 10 nm. Total lintasan pesawat dari Saksi hingga Sonar adalah 13 nm atau 25 km. Waktu tempuh jarak 25 km itu oleh pesawat dengan kecepatan 700 km/jam adalah 25/700 jam = 0,036 jam atau 128,5 detik. Jadi antara pesawat melintasi posisi saksi hingga saksi mendengar ledakan adalah 128,5 + 37 = 165,5 detik. Antara 2 hingga 3 menit. Persis seperti kesaksian Baharuddin pada Danlantamal VI Makassar. Secara ilmiah-matematis kesaksian Baharuddin bisa dipertanggungjawabk an.

Pesawat, menurut saya, ditching di lepas pantai Mamuju. Pilot Revri A. Widodo dan Co-Pilot Yoga berusaha maksimal. Namun, tanpa Tail Stabilizer Horizontal dan sayap kanan yang rusak, ditching tidak mulus. Pesawat turun ke laut dengan sudut elevasi yang cukup besar. Mungkin saja 45 derajat.
Kesimpulan:

  1. Adam Air KI-574 jatuh di perairan Mamuju di sekitar lokasi deteksi sonar KRI Fatahillah.
  2. Adam Air KI-574 tidak meledak di udara
  3. Semua penumpang dan awak pesawat masih berada di badan pesawat, di dasar laut.

Prediksi:

  1. Serpihan Adam Air KI-574 berada di sekitar lintasan. Yang jatuh di laut akan terbawa arus ke pantai mulai dari lepas pantai Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, hingga Makassar termasuk pulau-pulau Spermonde (Pantai Barat Jazirah Sulawesi Selatan). Di darat di kawasan Pinrang, Enrekang, Toraja, Matangnga, dan Mamuju).
  2. Tidak akan ada jenazah penumpang yang ditemukan terdampar di pantai barat Jazirah Sulawesi Selatan (Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, dan Makassar ).
  3. Serpihan dari dalam kabin penumpang semuanya berdimensi kecil, tidak melebihi besar lubang sobekan pada badan pesawat.

Satu hal perlu saya tambahkan. Pilot Revri dan Co-Pilot Yoga orang hebat. Dalam kondisi pesawat susah untuk dikendalikan, mereka masih sanggup mencari lokasi pendaratan yang aman bagi penumpangnya.

Semoga Tuhan Menyertai Kita Semua, dan Keluarga Korban Tabah. Amien.

Canny Watae

Warga Makassar email : canny_watae@ yahoo.co. uk)

Posted in Nasional | No Comments »

Adam Air … Yang Tercecer dari Musibah (2)

Posted by prayudi on 29 April, 2007

Dukungan Gambar :

1. Lost Contact Point

adam1.jpg

2. Pesawat Manuver ke Arah Bandara Pongtiku, Toraja. Di sebelah kanan ada Bulu Rantekombala dan Bulu Rantemario. Akibat manuver tajam timbul hentakan keras yang memicu pancaran ELBA yang terlacak oleh RCC Singapura.

adam2.jpg

3. Bandara Pongtiku sulit untuk tercapai, pesawat lurus ke Bandara Tampa Padang, Mamuju.

adam3.jpg

4. Manuver pesawat di sekitar bandara Tampa Padang, disaksikan oleh Nelayan Baharuddin

adam4.jpg

5. Tinjauan lintasan secara keseluruhan sejak hilang kontak hingga mendarat di laut

adam5.jpg

Posted in Nasional | 1 Comment »

Adam Air Lagi…

Posted by prayudi on 29 April, 2007

Ketika manusia banyak di timpa musibah, maka solusi utamanya adalah mendekat pada pemberi musibah tersebut, yaitu Allah Swt. Karena sesungguhnya setiap musibah adalah sebuah ujian kepada kita.

Barangkali itu pula yang terfikir oleh manajemen Adam Air. Setelah mengalami berbagai macam musibah, maka perbaikan rupanya menyentuh juga sisi keagamaan. Setelah memperbaharui SOP dalam menyambut para penumpang lewat ucapan Assalammu’alaikum, maka kini ada yang baru di Adam Air, yaitu mushola besar di terminal 1C Soekarno Hatta.

Terminal 1 C sebenarnya bukan hanya untuk Adam Air, ada juga mandala dan Air Fast. Tapi memang terlihat bahwa terminai 1C didominasi oleh Adam Air. Jadi saya berbaik sangka bahwa yang membuatkan mushola tersebut adalah manajemennya Adam Air.

Hari Sabtu, 28 April ini saya kembali dari Jakarta ke Yogya menggunakan Adam Air jam 19.00. Setelah selesai check-in, maka sebelum masuk ke gate tertentu, terlihat di lobby utamanya ada ruangan baru, yaitu mushola putra dan putri. Dibandingkan dengan mushola yang tersedia di masing-masing gate (biasanya di lantai dasar), mushola yang baru ini jauh lebih luas dan nyaman.Saya tanya ke cleaning service yang menjaga mushola tersebut, katanya baru saja dioperasikan seminggu yang lalu. Saya juga tanya apakah di terminal A dan B juga ada mushola, mereka menjawab belum ada, baru di terminal 1C ini ada mushola besar.

Maka ketika waktu magrib masuk, saya segera menyempatkan diri untuk shalat magrib berjamaah, alhamdulillah ada 2 shaff di mushola pria. Mudah-mudahan ini adalah langkah baik yang juga akan ditiru oleh yang lain, sehingga disetiap sudut bandara akan mudah didapat mushola dan perlahan akan tumbuh suasana agama di bandara.

Posted in Nasional | No Comments »

Kerjasama Vendor

Posted by prayudi on 28 April, 2007

Dari waktu ke waktu senantiasa ada berita2 terkait dengan kerjasama vendor IT dengan perguruan tinggi. Dari satu sisi, untuk kepentingan publikasi, berita-berita tentang kerjasama tersebut akan memberikan persepsi yang cukup bergengsi di mata masyarakat. Namun kalau kita lihat substansinya, sebenarnya semua kerjasama tersebut ujung-ujungnya adalah jualan product vendor.

Vendor-vendor IT masih memposisikan perguruan tinggi sebagai lahan untuk pencapaian target-target penjualan mereka. Walaupun dengan iming-iming discount, intinya tetap ke target jualan product.

Seharusnya vendor-vendor IT mulai merubah paradigma berfikirnya. Semua product vendor kalau dihibahkan/digratiskan untuk dipakai oleh mahasiswa dan dosen, maka barulah punya nilai strategis terhadap kerjasama tersebut. Perguruan tinggi adalah tempat dimana tersedia SDM-SDM yang siap berkembang dan mereka semuanya akan selalu dipacu untuk maju. Maka ketersediaan product-produc terkini dari sebuah vendor akan sangat membantu untuk mewujudkan suasana research dan pembelajaran di perguruan tinggi. Secara langsung memang vendor tidak akan mendapat manfaat langsung, namun dari tereksplorasinya semua product-product vendor oleh dosen dan mahasiswa akan memberikan keuntungan di kemudian hari. Mahasiswa adalah calon-calon pekerja IT di industri, dan skill yang dihasilkan dari eksplorasi product vendor secara tidak langsung akan menjadi publikasi gratis bagi lingkungan pekerjaannya. Dari sinilah akan didapat manfaat langsung, misalnya kemudian mantan mahasiswa tersebut mem-propose ke atasannya untuk menggunakan product vendor yang asli dll.

Saya kira model itulah yang selama ini diterapkan oleh kerjasama vendor dengan perguruan tinggi di negara maju. Kalau kerjasama hanya sebatas jual beli, maka gak ada bedanya perguran tinggi dengan customer lainnya. Jadi vendor-vendor IT di Indonesia masih setengah hati dalam hal bekerjasama dengan perguruan tinggi. Barangkali juga karena tidak didukung oleh kebijakan keuangan. Katakanlah kalau ada kebijakan dalam hal pajak bagi vendor kalau mereka menghibahkan product-productnya ke dunia pendidikan maka mendapat penurunan pajak, maka saya yakin vendor-vendor akan antri untuk menghibahkan productnya ke perguruan tingg/sekolah.

Mudah-mudahan kedepan ada perubahan dalam hal paradigma cara pandang vendor terhadap dunia pendidikan, demikian juga ada komitmen pemerintah untuk membantu dunia pendidikan lewat kemudahan pajak untuk vendor-vendor IT.

Posted in Dunia Kampus | No Comments »

Busways

Posted by prayudi on 28 April, 2007

Hari jumat dan sabtu ini (27-28 April) saya menyempatkan diri untuk menghadiri seminar dan workshop e-learning di Binus Jakarta. Hari jumat acara mulai jam 9 hingga jam 17.30. Karena besok sabtu masih ada acara, maka malam itu selesai acara langsung pergi ke tempatnya adik saya, Yadi di daerah Kampung Ambon (sekalian juga nengok keponakan saya Irfan dan Ihsan). Setelah tanya sana-sini akhirnya didapat rute yang paling mudah (dan murah tentunya) adalah menggunakan busways.

Naik busways pertama adalah dari halte bundaran senayan (depannya ratu plaza, dekat dgn gedung dikti/diknas). Karena pas jam pulang kantor jadi terasa sangat penuh sekali pengguna busways. (lain kali kalau ingin mearasakan nikmatnya naik busways jangan pada saat2 jam masuk/pulang kantor). Karena penuh sesak, maka dingin AC di busways tidak terlalu terasa. Apalagi pada saat antri di halte-nya, wuih…. panas sekali, untung sore ini turun hujan rintik-rintik sehingga tidak terlalu terasa panasnya kota jakarta.

Untuk sampai ke daerah tempat tinggal adik saya di kampung ambon, saya harus naik busways koridor 1 Kota-Blok M kemudian sesampainya di Harmoni pindah busways yang jurusan pulogadung.

Saya kira, masyarakat jakarta sangat beruntung sekali memiliki transportasi busways ini. walaupun di awal proyek ini penuh dengan pro-kontra, namun saya kira sekarang semua akan merasakan manfaat dari busways ini. Selain kenyamanan ternsportasi, yang paling utama adalah munculnya budaya disiplin dan antri pada masyarakat. Walaupun belum terlalu tertib, namun saya yakin secara bertahap para pengguna busways akan mulai terbiasa dgn budaya antri ini. sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat jakarta.

Satu lagi pembelajaran adalah sabar. Busways juga melatih kita untuk sabar. Walaupun sudah lama menunggu di halte, namun kalau ternyata buswaysnya penuh, ya… harus sabar nunggu berikutnya. Begitu pula kalau udah antri tinggal masuk namun karena penuh hanya diijinkan beberapa orang saja yg masuk, ya … harus sabar juga nunggu berikutnya.

Saya dengar, konsep busways ini juga sedang di propose untuk diterapkan di beberapa kota besar lainnya. Terlepas dari pro dan kontra, saya tetap punya harapan bahwa sisi positif dari adanya busways ternyata juga memberikan pembelajaran terhadap masyarakat di kota tersebut. Budaya antri dan disiplin adalah sebuah budaya yang sangat lemah di negara-negara dunia ketiga. Sejalan dengan kemajuan jaman, tentunya dampak baik dari globalisasi adalah budaya antri ini yang diadopsi oleh masyarakat2 di negara dunia ketiga.

Posted in Nasional | No Comments »

SNSI di Bali

Posted by prayudi on 25 April, 2007

Bagi yang berminat seminar komputer di Bali, silahkan kunjungi situs berikut :

http://snsi.stikom-bali.ac.id/

Seminarnya tanggal 16 November 2007 dan batas akhir penerimaan full paper adalah 27 Juli 2007.

Posted in Info Seminar | No Comments »

Cyberlaw

Posted by prayudi on 24 April, 2007

Secara akademis, terminologi “cyber law” tampaknya belum menjadi terminologi yang sepenuhnya dapat diterima. Hal ini terbukti dengan dipakainya terminologi lain untuk tujuan yang sama seperti The law of the Internet, Law and the Information Superhighway, Information Technology Law, The Law of Information, dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri tampaknya ada satu istilah yang disepakati atau paling tidak hanya sekedar terjemahan atas terminologi “cyber law“. Sampai saat ini ada beberapa istilah yang dimaksudkan sebagai terjemahan dari “cyber law“, misalnya, Hukum Sistem Informasi, Hukum Informasi, dan Hukum Telematika (Telekomunikasi dan Informatika). Istilah (Indonesia) manapun yang akan dipakai tidak menjadi persoalan. Yang penting, didalamnya memuat atau membicarakan mengenai aspek - aspek hukum yang berkaitan dengan aktivitas manusia di Internet. Oleh karena itu dapat dipahami apabila sampai saat ini di kalangan peminat dan pemerhati masalah hukum yang berkaitan dengan Internet di Indonesia masih menggunakan istilah “cyber law“.

Lahirnya pemikiran untuk membentuk satu aturan hukum yang dapat merespon persoalan - persoalan hukum yang muncul akibat dari pemanfaatan Internet terutama disebabkan oleh sistem hukum tradisional yang tidak sepenuhnya mampu merespon persoalan - persoalan tersebut dan karakteristik dari Internet itu sendiri. Hal ini pada gilirannya akan melemahkan atau bahkan mengusangkan konsep - konsep hukum yang sudah mapan seperti kedaulatan dan yuridiksi.

Kedua konsep itu berada pada posisi yang dilematis ketika harus berhadapan dengan kenyataan bahwa para pelaku yang terlihat dalam pemanfaatan Internet tidak lagi tunduk pada batasan kewarganegaraan dan kedaulatan suatu negara. Dalam kaitan ini Aron Mefford seorang pakar cyberlaw dari Michigan State University sampai pada kesimpulan bahwa dengan meluasnya pemanfaatan Internet sebenarnya telah menjadi semacam “paradigma shift” dalam menentukan jati diri pelaku suatu perbuatan hukum dari citizens menjadi netizens.

Dilema yang dihadapi oleh hukum tradisional dalam menghadapi fenomena cyberspace ini merupakan alasan utama perlunya membentuk satu regulasi yang cukup akomodatif terhadap akibat pemanfaatan Internet. Aturan hukum yang akan dibentuk itu harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hukum (the legal needs) para pihak yang terlibat dalam transaksi - transaksi lewat Internet. Untuk itu, kecenderungan untuk menyetujui proposal dari Mefford lebih kuat, yang mengusulkan “Lex Informatica” (Independent Net Law) sebagai “Foundations of Law on the Internet”. Proposal Mefford ini tampaknya diilhami oleh pemikiran mengenai “Lex Mercatoria” yang merupakan satu sistem hukum yang dibentuk secara evolutif untuk merespon kebutuhan - kebutuhan hukum (the legal needs) para pelaku transaksi dagang yang mendapati kenyataan sistem hukum nasional tidak cukup memadai dalam menjawab realitas - realitas yang ditemui dalam transaksi perdagangan nasional.

Dengan demikian maka “cyber law” dapat didefinisikan sebagai seperangkat aturan yang berkaitan dengan persoalan - persoalan yang muncul akibat dari pemanfaatan Internet.

Posted in E-Learning | No Comments »