Puisi Kehidupan

1 Januari, 2012 Tinggalkan komentar

PUISI KEHIDUPAN

(Karya Chairil Anwar)

Hari hari lewat, pelan tapi pasti..

Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru..

Karena aku akan membuka lembaran baru..

Untuk sisa jatah umurku yang baru..

Daun gugur satu-satu..

Semua terjadi karena ijin Allah..

Umurku bertambah satu-satu..

Semua terjadi karena ijin Allah..

Tapi… coba aku tengok kebelakang.

Ternyata aku masih banyak berhutang.

Ya, berhutang pada diriku..

Karena ibadahku masih pas-pasan.

Kuraba dahiku.. Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk..

Kutimbang keinginanku….Hmm… masih lebih besar duniawiku..

Ya Allah… Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?

Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?

Masihkah aku diberi kesempatan?

Ya Allah…. Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku..

Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku.. Astagfirullah….

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan..

Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…

Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…

Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…

Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…

Ya Allah, Ijinkanlah.

Menjelajah Museum Seni Bersama GoogleArt

30 Desember, 2011 Tinggalkan komentar

Google terus berinovasi, semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu platform aplikasi internet yang paling lengkap dan terintegrasi. Kini salah satu layanannya adalah menghadirkan konsep virtual museum melalui GoogleArt Project. Melalui layanan ini, kita dapat menikmati koleksi seni dari sejumlah museum terkenal di dunia secara virtual. Bagi kita yang belum sempat bepergian untuk meninjau museum-museum seni terkenal, tidak ada salahnya menikmati dan mengenali museum-museum tersebut, baik secara fisik bangunan maupun koleksi-koleksinya melalui GoogleArt.

Terdapat 17 buah museum dari seluruh dunia yang dapat kita nikmati melalui layanan GoogleArt ini lengkap dengan ratusan koleksi seni yang terpampang pada masing-masing museum tersebut. Silahkan nikmati di alamat berikut ini :

http://www.googleartproject.com/museums/vangogh

Google art project 110201 01

 

Categories: Misc, Teknologi Informasi

Kesedihan, Kebahagiaan dan Keheningan

29 Desember, 2011 Tinggalkan komentar

Ilustrasi bersyukur

Disadur dari tulisan Gede Prama

Ada saja alasan yang membuat kehidupan tergelincir ke dalam kesedihan. Dari bencana, penyakit, umur tua, hingga kematian. Sehingga jadilah kesedihan semacam hulu dari sungai kehidupan yang penuh stres,Tidak sedikit rumah sakit jiwa yang mulai kekurangan tempat. Sejumlah rumah sakit jiwa bahkan memulangkan pasien yang belum sepenuhnya sembuh, semata-mata karena ada pasien parah yang lebih membutuhkan. Kebanyakan orang membenci kesedihan. Dalai Lama kerap mengatakan, “ada yang sama di antara kita, tidak mau penderitaan, mau kebahagiaan”. Dan ini tentu amat manusiawi. Sedikit manusia yang berani mengatakan, jika mau menangis janganlah menangis di depan kematian. Menangislah di depan kelahiran. Sebab semua kelahiran membawa serta penyakit, umur tua, lalu kematian.

 

Dengan kata lain, kelahiran sekaligus kehidupan tak bisa menghindar dari kesedihan. Kesedihan selalu mengikuti langkah kelahiran. Seberapa kuat manusia berusaha, seberapa perkasa manusia membentengi diri, kesedihan tetap datang dan datang lagi. Seperti ayunan bandul, semakin keras dan semakin bernafsu seseorang dengan kebahagiaan, semakin keras pula kesedihan menggoda. Ini yang bisa menjelaskan mengapa sejumlah penikmat kebahagiaan secara berlebihan, lalu digoda kesedihan juga berlebihan. Ini juga yang ada di balik data WHO jika Amerika Serikat (sebagai salah satu tempat terbesar di mana kebahagiaan demikian dikejar dan dicari), menjadi konsumen pil tidur per kapita tertinggi di dunia.

 

Ada peneliti membandingkan dua negara yang sama-sama mayoritas beragama Buddha, yaitu Jepang dan Burma. Dari segi materi, Jepang merupakan sebuah keajaiban dan keunikan. Dibanding Jepang, Burma secara materi jauh dari layak. Namun dalam fenomena sosial seperti bunuh diri, perceraian, dan depresi, Jepang jauh lebih tinggi dari Burma. Seperti berbisik meyakinkan, di mana kebahagiaan materi berlimpah, di sana kesedihan juga berlimpah. Seperti sadar realita pendulum seperti itu, banyak pertapa, penekun meditasi, yogi, sahabat sufi, dan lainnya, mengizinkan pendulum emosi hanya bergerak dalam ruang terbatas. Saat kebahagiaan datang, disadari kalau kebahagiaan akan diganti kesedihan. Sehingga nafsu perayaan berlebihan agak direm. Konsekuensinya, saat kesedihan berkunjung, ia tidak seberapa menggoda.

 

Kahlil Gibran dalam The Prophet memberi kata-kata indah, saat kita bercengkerama dengan kebahagiaan di ruang tamu, kesedihan menunggu di tempat tidur. Dalam pengertian lebih sederhana, manusia serumah dengan kebahagiaan dan kesedihan. Bagaimana bisa lari jauh atau lama dari kesedihan yang notabene serumah dengan kita? Karena itu, sejumlah guru mengajarkan untuk melampaui kebahagiaan-kesedihan. Dalam bahasa guru jenis ini, kebahagiaan dan kesedihan hanya permainan bagi jiwa-jiwa yang sedang tumbuh menjadi dewasa. Pertumbuhan itulah yang memerlukan gerakan kebahagiaan, kesedihan, kebahagiaan, kesedihan, dan seterusnya. Namun bagi setiap jiwa yang sudah mulai dewasa, ia akan sadar, kalau baik kebahagiaan maupun kesedihan memiliki sifat yang sama, tak pasti dan silih berganti. Bukankah bergantung pada sesuatu yang tak pasti akan membuat hidup tidak pasti? Lebih dari itu, baik kebahagiaan dan kesedihan berakar pada hal yang sama, keinginan. Bila keinginan terpenuhi, kebahagiaan datang berkunjung. Saat keinginan tidak terpenuhi, kesedihan yang menjadi tamu.

 

Dan setiap pejalan kaki ke dalam diri yang jauh tahu, keinginan adalah ibu penderitaan. Kesadaran seperti inilah yang membimbing sejumlah orang untuk memasuki wilayah-wilayah keheningan.Berbeda dengan kebahagiaan yang lapar akan ini, lapar akan itu; membandingkan dengan ini dengan itu; ingin lebih dari ini, lebih dari itu. Keheningan sudah berkecukupan. Seperti burung terbang di udara, ikan berenang di air, serigala berlari di hutan, matahari bersinar siang hari, bintang bercahaya di malam hari. Semua sempurna. Tidak ada yang layak ditambahkan atau dikurangkan. Penambahan atau pengurangan mungkin bisa membahagiakan. Tetapi, dalam kebahagiaan, batin tidak sepenuhnya tenang-seimbang, selalu ada ketakutan digantikan kesedihan.

 

Dalam kamus orang-orang yang sudah memasuki keheningan, sekaya apa pun Anda akan tetap miskin tanpa rasa berkecukupan. Semiskin apa pun Anda, akan tetap kaya kalau hidup berkecukupan. Maka seorang guru yang telah tercerahkan pernah berucap, “Enlightenment is like the reflection of the moon in the water. The moon doesn‚t get wet, the water is not separated”. Pencerahan seperti bayangan bulan di air. Bulannya tidak basah karena air. Airnya tidak terpecah karena bulan. Dengan kata lain, inti pencerahan adalah tidak tersentuh. Tidak marah saat dimaki, tidak sombong tatkala dipuji. Tidak melekat pada kebahagiaan, tidak menolak kesedihan. Persis seperti bunga padma, di air tidak basah, di lumpur tidak kotor. Dan salah satu akar menentukan dari ketidaktersentuhan ini adalahkeberhasilan mendidik diri untuk merasa berkecukupan. Yang tersisa setelah ini hanya empat “M”, mengalir, mengalir, mengalir, dan mengalir.

Categories: Uncategorized

Para Penguasa Dunia Baru, Movie Wajib Dilihat…!

29 Desember, 2011 Tinggalkan komentar
Berikut ini adalah rangkaian film dokumentasi yang saya dapatkan dari milis tertentu. Film ini untuk menggugah kita semua tentang kondisi ekonomi dunia saat ini, khususnya tentang bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi Indonesia. Inilah film dokumentasi yang wajib ditonton oleh setiap warga Indonesia. Dibuat pada tahun 2002, film ini bukan saja masih sangat penting ditonton, tetapi semakin relevan. Film ini dibuat oleh John Pilger, wartawan investigatif Australia yang kini mukim di London, judulnya adalah Penguasa Baru Dunia.  Sedih rasanya kalau melihat video tersebut, Indonesia yang “gemah ripah loh jinawi”, ternyata sekarang kondisinya menjadi miskin dan mengemis-ngemis.


Film dokumentasi ini bisa dilihat lewat youtube, dengan sub-title dalam bahasa Indonesia, dan dibagi dalam enam bagian. Durasi total film ini adalah sekitar 53 menit. Lengkapnya link film ini, secara berurutan dari bagian 1- bagian 6, adalah sebagai berikut:


http://www.youtube.com/watch?v=5Gd8TFEmgSs&feature= related
http://www.youtube.com/watch?v=BDgYTWxyeNQ&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=X-60-j66AtI&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=TKUwOV1ua9A&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=LBCEGFCOBSg&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=KTAC2cSR43c&feature=related

 

 

Categories: Humanity, Nasional

Seminar dan Konferensi Bidang IT di Tahun 2012

28 Desember, 2011 Tinggalkan komentar

Berikut ini agenda Seminar dan Konferensi bidang IT di Tahun 2012 yang diselenggarakan di Indonesia.

  • Konferensi Nasional Pembelajaran Teknologi Informasi (KNAPTI)
    • Situs Informasi : http://knapti.org
    • Pelaksanaan : 21 Januari 2012
    • Penyelenggara : Teknik Informatika FTI UII
  • Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
  • Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI)
    • Situs informasi : http://knsi.us/
    • Pelaksanaan : 23-25 Februari 2012
    • Penyelenggara : STIKOM Bali
  • KNASTIK – International
  • ICCCSN – International
  • International Conference on Soft Computing, Intelligent System and Information Technology (ICSIIT)
  • Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SENTIKA)
  • Next

 

Categories: Dunia Kampus, Info Seminar