Keutamaan Semut

17 April, 2012 Tinggalkan Komentar

Semut

Salah satu binatang yang secara khusus diabadikan dalam Al Quran adalah Semut. Sebagaimana Lebah yang juga diabadikan sebagai salah satu nama surat (An Nahl, Surat ke 16, 128 Ayat), demikian juga dengan semut. (An-Naml, Surat ke 27, 93Ayat). Semut adalah salah satu mahluk Allah Swt yang diciptakan dengan banyak manfaat dan kelebihan. Tugas kita adalah berusaha mengambil manfaat dari sifat dan karakter yang telah Allah berikan kepada Semut. Berikut ini beberapa karakter dan sifat semut yang saya kumpulkan dari berbagai sumber. (Blognya Sifaa)

  • PEDULI. Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam lingkungan-nya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama.
  • POSITIF & ANTUSIAS. Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif demi menjaga kelangsungan usaha.
  • INISIATIF. Memiliki inisiatif dalam menjalankan usaha berdasarkan motivasi yang kuat untuk maju dan mencapai tujuan tanpa menunggu komando, dan tanpa menyimpang dari kebijakan perusahaan atau negara.
  • RENDAH HATI. Berusaha selalu optimis dalam setiap langkah, namun tidak sombong dan selalu menghargai serta menghormati orang lain.
  • KREATIF & INOVATIF. Selalu kreatif dalam berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar dapat memenang-kan persaingan dan menjadi Leader dalam lingkungannya.
  • DISIPLIN & BERTANGGUNG JAWAB. Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup kegiatan usaha. Untuk itu, diperlukan disiplin yang tinggi dalam menjalankan semua peraturan/ketentuan demi mencapai tujuan.
  • KERJASAMA. Mampu menjalin kerjasama untuk menggalang kemitraan dengan semua kalangan dalam menjalankan tugas agar sukses mencapai tujuan.
  • PRODUKTIF. Bekerja secara profesional, tekun, dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.
  • KOMITMEN & TABAH. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap semua keputusan/peraturan dan kesepakatan yang telah ditetapkan serta bertanggung jawab melaksanakannya tanpa tawar-menawar.
  • KOMUNIKATIF. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menguasai tekniknya secara baik, sehingga mampu menyampaikan segala informasi yang diperlukan tanpa menimbulkan kesalah-pahaman.

Selain itu, karakteristik lainnya dari semut adalah sbb ( Blognya Sam) :

  • Semut selalu bekerjasama. Coba Anda perhatikan cara kerja semut, mulai dari mengangkat sebutir nasi sampai memakannya. Mereka selalu bekerja sama. Sebutir nasi yang cukup berat bagi semut, diangkat beramai-ramai ke tempat mereka. Begitu seterusnya hingga butiran nasi yang mereka angkut mencukupi kebutuhan makan mereka. Kemudian mereka akan menyantapnya pula bersama-sama. Kerjasama dan kekompakan para semut bisa Anda jadikan teladan. Misalnya, saat rekan kerja Anda kesulitan, apa salahnya Anda membantu. Toh hasilnya bukan untuk kepentingan pribadi namun demi kepentingan kelompok atau bersama.
  • Semut saling peduli. Kebiasaan semut yang saling bersentuhan (mungkin dalam bangsa manusia, menegur atau bersalaman) jika bertemu, menandakan bahwa bangsa semut memiliki kepedulian dan keakraban yang tinggi. Mereka merasa bahwa tidak ada yang berbeda di antara mereka. Dalam dunia kerja, sentuhan yang berarti ‘care’ memberi arti tersendiri bagi karyawan. Bayangkan, apa jadinya jika di lingkungan kerja Anda, sudah tidak saling peduli? Sangat menyiksa bukan..? So, sikap ini dapat ditumbuhkan untuk menjaga kekompakan dan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif.
  • Semut tidak pernah menyerah. Bila Anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah para semut, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan Anda.
  • Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalah cara pandang yang penting. Anda tidak boleh menjadi begitu naif dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di musim panas Anda harus memikirkan tentang halilintar. Anda seharusnya memikirkan badai sewaktu Anda menikmati pasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke depan, seperti halnya ’sedia payung sebelum hujan’.
  • Semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas. Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, “Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini.” Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka
Categories: Renungan

Metodologi Digital Forensik

21 Maret, 2012 2 komentar

Bukti digital (Digital Evidence) merupakan salah satu perangkat vital dalam mengungkap tindak cybercrime. Dengan mendapatkan bukti-bukti yang memadai dalam sebuah tindak kejahatan, sebenarnya telah terungkap separuh kebenaran. Langkah berikutnya Aladdin menindak-lanjuti bukti-bukti yang ada sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Bukti Digital yang dimaksud dapat berupa adalah : E-mail, file-file dokumen kerja, spreadsheet, sourcecode dari perangkat lunak, Image, history web browser, bookmark, cookies, kalender.

Terdapat empat elemen forensik yang menjadi kunci pengungkapan bukti digital. Elemen forensik tersebut adalah :  identifikasi bukti digital,  penyimpanan bukti digital, analisa bukti digital, presentasi bukti digital.

Identifikasi Bukti Digital

Elemen ini merupakan tahapan paling awal dalam komputer forensik.  Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan. Network Administrator merupakan sosok pertama yang umumnya mengetahui keberadaan cybercrime sebelum sebuah kasus cybercrime diusut oleh fihak yang berwenang. Ketika fihak yang berwenang telah dilibatkan dalam sebuah kasus, maka juga akan melibatkan elemen-elemen vital lainnya, antara lain:

  • Petugas Keamanan (Officer/as a First Responder), Memiliki kewenangan tugas antara lain : mengidentifikasi peristiwa,mengamankan bukti, pemeliharaan bukti yang temporer dan rawan kerusakan.
  • Penelaah Bukti (Investigator), adalah sosok yang paling berwenang dan memiliki kewenangan tugas antara lain : menetapkan instruksi-instruksi, melakukan pengusutan peristiwa kejahatan, pemeliharaan integritas bukti.
  • Tekhnisi Khusus, memiliki kewenangan tugas antara lain : memeliharaan bukti yang rentan kerusakan dan menyalin storage bukti, mematikan(shuting down) sistem yang sedang berjalan, membungkus/memproteksi bukti-bukti, mengangkut bukti dan memproses bukti.

Ketiga elemen vital diatas itulah yang umumnya memiliki otoritas penuh dalam penuntasan kasus cybercrime yang terjadi.

Penyimpanan Bukti Digital

Barang bukti digital merupakan barang bukti yang rapuh. Tercemarnya barang bukti digital sangatlah mudah terjadi, baik secara tidak sengaja maupun disengaja. Kesalahan kecil pada penanganan barang bukti digital dapat membuat barang bukti digital tidak diakui di pengadilan. Bentuk, isi, makna dari bukti digital hendaknya disimpan dalam tempat yang steril. Hal ini dilakukan untuk benar-benar memastikan tidak ada perubahan-perubahan. Sedikit terjadi perubahan dalam bukti digital, akan merubah hasil penyelidikan. Bukti digital secara alami bersifat sementara (volatile), sehingga keberadaannya jika tidak teliti akan sangat mudah sekali rusak, hilang, berubah, mengalami kecelakaan. Langkah pertama untuk menghindarkan dari kondisi-kondisi demikian salah satunya adalah dengan melakukan copy data secara Bitstream Image pada tempat yang sudah pasti aman. Bitstream image adalah metode penyimpanan digital dengan mengkopi setiap bit demi bit dari data orisinil, termasuk File yang tersembunyi (hidden files), File temporer (temp file), File yang terdefragmen (fragmen file), dan file yang belum ter-overwrite. Dengan kata lain, setiap biner digit demi digit di-copy secara utuh dalam media baru. Teknik pengkopian ini menggunakan teknik Komputasi CRC. Teknik ini umumnya diistilahkan dengan Cloning Disk atau Ghosting.

Analisa Bukti Digital

Barang bukti setelah disimpan, perlu diproses ulang sebelum diserahkan pada pihak yang membutuhkan. Pada proses inilah skema yang diperlukan akan fleksibel sesuai dengan kasus-kasus yang dihadapi. Barang bukti yang telah didapatkan perlu di-explore kembali kedalam sejumlah scenario yang berhubungan dengan tindak pengusutan, antara lain: siapa yang telah melakukan, apa yang telah dilakukan (Contoh : penggunaan software apa saja), hasil proses apa yang dihasilkan, waktu melakukan). Secara umum, tiap-tiap data yang ditemukan dalam sebuah sistem komputer sebenarnya adalah potensi informasi yang belum diolah, sehingga keberadaannya memiliki sifat yang cukup penting. Data yang dimaksud antara lain : Alamat URL yang telah dikunjungi,  Pesan e-mail atau kumpulan alamat e-mail yang terdaftar, Program Word processing atau format ekstensi yang dipakai,Dokumen spreedsheat yang dipakai, format gambar yang dipakai apabila ditemukan, Registry Windows, Log Event viewers  dan Log Applications,File print spool.

Presentasi Bukti Digital

Kesimpulan akan didapatkan ketika semua tahapan telah dilalui, terlepas dari ukuran obyektifitas yang didapatkan, atau standar kebenaran yang diperoleh, minimal bahan-bahan inilah nanti yang akan dijadikan “modal” untuk bukti di pengadilan.  Selanjutnya bukti-bukti digital inilah yang akan  dipersidangkan, diuji otentifikasi dan dikorelasikan dengan kasus yang ada. Pada tahapan ini semua proses-proses yang telah dilakukan sebelumnya akan diurai kebenarannya serta dibuktikan kepada hakim untuk mengungkap data dan informasi kejadian.

 

Categories: Teknologi Informasi

Berita Koran

1 Februari, 2012 1 komentar

 

YOGYA (KR) – Perguruan tinggi (PT) harus bisa membuat terobosan  menghadapi kesenjangan pengetahuan dan keterbatasan infrastruktur dalam proses belajar mengajar. Salah satunya, memanfaatkan kelebihan karakteristik dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal ini, mengingat solusi konvensional memerlukan waktu lama, sehingga e-learning yaitu proses pembelajaran yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan teknologi informasi dan internet bisa mengatasi kesenjangan pengetahuan. http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=138797&actmenu=43

duniajogja.com – Meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui pemanfaatan teknologi informasi pada bidang ilmu komputer dan informatika, Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Industri Univesitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menggelar Konferensi Nasional Pembelajaran Informatika (KNAPTI). http://www.duniajogja.com/2012/01/23/rendah-kualitas-sdm-indonesia-di-asean/

 

Categories: Dunia Kampus

Puisi Kehidupan

1 Januari, 2012 3 komentar

PUISI KEHIDUPAN

(Karya Chairil Anwar)

Hari hari lewat, pelan tapi pasti..

Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru..

Karena aku akan membuka lembaran baru..

Untuk sisa jatah umurku yang baru..

Daun gugur satu-satu..

Semua terjadi karena ijin Allah..

Umurku bertambah satu-satu..

Semua terjadi karena ijin Allah..

Tapi… coba aku tengok kebelakang.

Ternyata aku masih banyak berhutang.

Ya, berhutang pada diriku..

Karena ibadahku masih pas-pasan.

Kuraba dahiku.. Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk..

Kutimbang keinginanku….Hmm… masih lebih besar duniawiku..

Ya Allah… Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?

Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?

Masihkah aku diberi kesempatan?

Ya Allah…. Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku..

Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku.. Astagfirullah….

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan..

Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…

Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…

Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…

Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…

Ya Allah, Ijinkanlah.

Menjelajah Museum Seni Bersama GoogleArt

30 Desember, 2011 1 komentar

Google terus berinovasi, semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu platform aplikasi internet yang paling lengkap dan terintegrasi. Kini salah satu layanannya adalah menghadirkan konsep virtual museum melalui GoogleArt Project. Melalui layanan ini, kita dapat menikmati koleksi seni dari sejumlah museum terkenal di dunia secara virtual. Bagi kita yang belum sempat bepergian untuk meninjau museum-museum seni terkenal, tidak ada salahnya menikmati dan mengenali museum-museum tersebut, baik secara fisik bangunan maupun koleksi-koleksinya melalui GoogleArt.

Terdapat 17 buah museum dari seluruh dunia yang dapat kita nikmati melalui layanan GoogleArt ini lengkap dengan ratusan koleksi seni yang terpampang pada masing-masing museum tersebut. Silahkan nikmati di alamat berikut ini :

http://www.googleartproject.com/museums/vangogh

Google art project 110201 01

 

Categories: Misc, Teknologi Informasi

Kesedihan, Kebahagiaan dan Keheningan

29 Desember, 2011 2 komentar

Ilustrasi bersyukur

Disadur dari tulisan Gede Prama

Ada saja alasan yang membuat kehidupan tergelincir ke dalam kesedihan. Dari bencana, penyakit, umur tua, hingga kematian. Sehingga jadilah kesedihan semacam hulu dari sungai kehidupan yang penuh stres,Tidak sedikit rumah sakit jiwa yang mulai kekurangan tempat. Sejumlah rumah sakit jiwa bahkan memulangkan pasien yang belum sepenuhnya sembuh, semata-mata karena ada pasien parah yang lebih membutuhkan. Kebanyakan orang membenci kesedihan. Dalai Lama kerap mengatakan, “ada yang sama di antara kita, tidak mau penderitaan, mau kebahagiaan”. Dan ini tentu amat manusiawi. Sedikit manusia yang berani mengatakan, jika mau menangis janganlah menangis di depan kematian. Menangislah di depan kelahiran. Sebab semua kelahiran membawa serta penyakit, umur tua, lalu kematian.

 

Dengan kata lain, kelahiran sekaligus kehidupan tak bisa menghindar dari kesedihan. Kesedihan selalu mengikuti langkah kelahiran. Seberapa kuat manusia berusaha, seberapa perkasa manusia membentengi diri, kesedihan tetap datang dan datang lagi. Seperti ayunan bandul, semakin keras dan semakin bernafsu seseorang dengan kebahagiaan, semakin keras pula kesedihan menggoda. Ini yang bisa menjelaskan mengapa sejumlah penikmat kebahagiaan secara berlebihan, lalu digoda kesedihan juga berlebihan. Ini juga yang ada di balik data WHO jika Amerika Serikat (sebagai salah satu tempat terbesar di mana kebahagiaan demikian dikejar dan dicari), menjadi konsumen pil tidur per kapita tertinggi di dunia.

 

Ada peneliti membandingkan dua negara yang sama-sama mayoritas beragama Buddha, yaitu Jepang dan Burma. Dari segi materi, Jepang merupakan sebuah keajaiban dan keunikan. Dibanding Jepang, Burma secara materi jauh dari layak. Namun dalam fenomena sosial seperti bunuh diri, perceraian, dan depresi, Jepang jauh lebih tinggi dari Burma. Seperti berbisik meyakinkan, di mana kebahagiaan materi berlimpah, di sana kesedihan juga berlimpah. Seperti sadar realita pendulum seperti itu, banyak pertapa, penekun meditasi, yogi, sahabat sufi, dan lainnya, mengizinkan pendulum emosi hanya bergerak dalam ruang terbatas. Saat kebahagiaan datang, disadari kalau kebahagiaan akan diganti kesedihan. Sehingga nafsu perayaan berlebihan agak direm. Konsekuensinya, saat kesedihan berkunjung, ia tidak seberapa menggoda.

 

Kahlil Gibran dalam The Prophet memberi kata-kata indah, saat kita bercengkerama dengan kebahagiaan di ruang tamu, kesedihan menunggu di tempat tidur. Dalam pengertian lebih sederhana, manusia serumah dengan kebahagiaan dan kesedihan. Bagaimana bisa lari jauh atau lama dari kesedihan yang notabene serumah dengan kita? Karena itu, sejumlah guru mengajarkan untuk melampaui kebahagiaan-kesedihan. Dalam bahasa guru jenis ini, kebahagiaan dan kesedihan hanya permainan bagi jiwa-jiwa yang sedang tumbuh menjadi dewasa. Pertumbuhan itulah yang memerlukan gerakan kebahagiaan, kesedihan, kebahagiaan, kesedihan, dan seterusnya. Namun bagi setiap jiwa yang sudah mulai dewasa, ia akan sadar, kalau baik kebahagiaan maupun kesedihan memiliki sifat yang sama, tak pasti dan silih berganti. Bukankah bergantung pada sesuatu yang tak pasti akan membuat hidup tidak pasti? Lebih dari itu, baik kebahagiaan dan kesedihan berakar pada hal yang sama, keinginan. Bila keinginan terpenuhi, kebahagiaan datang berkunjung. Saat keinginan tidak terpenuhi, kesedihan yang menjadi tamu.

 

Dan setiap pejalan kaki ke dalam diri yang jauh tahu, keinginan adalah ibu penderitaan. Kesadaran seperti inilah yang membimbing sejumlah orang untuk memasuki wilayah-wilayah keheningan.Berbeda dengan kebahagiaan yang lapar akan ini, lapar akan itu; membandingkan dengan ini dengan itu; ingin lebih dari ini, lebih dari itu. Keheningan sudah berkecukupan. Seperti burung terbang di udara, ikan berenang di air, serigala berlari di hutan, matahari bersinar siang hari, bintang bercahaya di malam hari. Semua sempurna. Tidak ada yang layak ditambahkan atau dikurangkan. Penambahan atau pengurangan mungkin bisa membahagiakan. Tetapi, dalam kebahagiaan, batin tidak sepenuhnya tenang-seimbang, selalu ada ketakutan digantikan kesedihan.

 

Dalam kamus orang-orang yang sudah memasuki keheningan, sekaya apa pun Anda akan tetap miskin tanpa rasa berkecukupan. Semiskin apa pun Anda, akan tetap kaya kalau hidup berkecukupan. Maka seorang guru yang telah tercerahkan pernah berucap, “Enlightenment is like the reflection of the moon in the water. The moon doesn‚t get wet, the water is not separated”. Pencerahan seperti bayangan bulan di air. Bulannya tidak basah karena air. Airnya tidak terpecah karena bulan. Dengan kata lain, inti pencerahan adalah tidak tersentuh. Tidak marah saat dimaki, tidak sombong tatkala dipuji. Tidak melekat pada kebahagiaan, tidak menolak kesedihan. Persis seperti bunga padma, di air tidak basah, di lumpur tidak kotor. Dan salah satu akar menentukan dari ketidaktersentuhan ini adalahkeberhasilan mendidik diri untuk merasa berkecukupan. Yang tersisa setelah ini hanya empat “M”, mengalir, mengalir, mengalir, dan mengalir.

Categories: Uncategorized

Para Penguasa Dunia Baru, Movie Wajib Dilihat…!

29 Desember, 2011 2 komentar
Berikut ini adalah rangkaian film dokumentasi yang saya dapatkan dari milis tertentu. Film ini untuk menggugah kita semua tentang kondisi ekonomi dunia saat ini, khususnya tentang bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi Indonesia. Inilah film dokumentasi yang wajib ditonton oleh setiap warga Indonesia. Dibuat pada tahun 2002, film ini bukan saja masih sangat penting ditonton, tetapi semakin relevan. Film ini dibuat oleh John Pilger, wartawan investigatif Australia yang kini mukim di London, judulnya adalah Penguasa Baru Dunia.  Sedih rasanya kalau melihat video tersebut, Indonesia yang “gemah ripah loh jinawi”, ternyata sekarang kondisinya menjadi miskin dan mengemis-ngemis.


Film dokumentasi ini bisa dilihat lewat youtube, dengan sub-title dalam bahasa Indonesia, dan dibagi dalam enam bagian. Durasi total film ini adalah sekitar 53 menit. Lengkapnya link film ini, secara berurutan dari bagian 1- bagian 6, adalah sebagai berikut:


http://www.youtube.com/watch?v=5Gd8TFEmgSs&feature= related
http://www.youtube.com/watch?v=BDgYTWxyeNQ&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=X-60-j66AtI&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=TKUwOV1ua9A&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=LBCEGFCOBSg&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=KTAC2cSR43c&feature=related

 

 

Categories: Humanity, Nasional
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.